Halaman

Cahaya Pengetahuan Muslim

Rabu, 20 Agustus 2014

Selamatkan Palestina



Tragedi kemanusiaan yang terjadi di Gaza Palestina, membuat kita gemas, marah, sedih semua perasaan berkecamuk menjadi satu. Menyaksikan adegan-adegan di media masa atas kekejaman Zionis Israel laknatullah terhadap rakyat Palestina. Seperti diberitakan di media masa hari Rabu (20/8/2014). Sirene mengaum dahsyat di Gaza tanpa henti. Drone-drone, pesawat udara Israel melayang-layang di langit Gaza. Bom jatuh, dan korban pun jatuh. Israel beralibi Hamas harus membayar atas matinya tiga orang remaja Israel beberapa pekan yang lalu sebelumnya. Tapi “Hamas” itu bagi Israel berarti rakyat Palestina di Gaza. Tanpa pandang bulu.

Kekejaman Isreal semakin membabi buta, anak-anak dan perempuan Gaza menjadi korban serangan yang paling banyak. Baju dan kulitnya compang-camping karena hantaman peluru-peluru tentara Israel. Di berbagai tempat terdengar tangisan, ya tangisan karena ditinggal mati oleh orang-orang terdekat. Mereka yang telah syahid karena terbunuh atas peluru-peluru dan roket-roket Israel tampak meninggalkan orang-orang sekitarnya dengan wajah yang tenang.
Tentara Israel tiada hentinya menggempur pemukiman warga palestina. Gempuran tersebut menggunakan rudal dari Pesawat Jet F-16 dan helikopter tempur yang dipasok dari tuannya yaitu Amerika. Bukan sekali ini saja Zionis Israel menggempur bumi Gaza, dan itu akan terus diingat oleh generasi-generasi mendatang.

Bau hangus tercium dan darah tercecer di mana-mana. Kerusakan rumah, mobil, motor seakan menjadi pemandangan yang begitu menyayat hati. Istri-istri yang menangis karena ditinggal suami dan anak-anaknya, semua itu sungguh menyakitkan terlebih dilakukan dengan sangat brutal, sampai kapan Israel terus menerobos batas-batas kemanusiaan? Walaupun dunia internasional mengecam aksi brutal Israel semua itu tidak membuat Zionis laknatullah itu menghentikan aksinya tapi malah semakin membabi buta.

Anak-anak dan perempuan korbannya
Tragedi kemanusiaan di mana pun selalu anak-anak dan perempuan yang menjadi korban.  dan meningkatkan jumlah keseluruhan warga tewas di Gaza setelah berlangsungnya lima puluh hari serangan menjadi 2.016 orang. Lebih dari 10.196 orang mengalami luka-luka.

Perempuan Palestina dan anak-anak adalah bagian yang tidak terpisahkan dari jihad. Anak-anak itulah yang kelak akan menjadi mujahid-mujahid yang akan menghancurkan Zionis laknatullah Israel. Hal inilah yang mendorong Israel membabi buta membunuh mereka. Dalam kondisi pelayanan kesehatan yang buruk, kondisi hidup yang serba sulit, mereka tidak lelah mencetak mujahid-mujahid baru. Anak-anak itu mereka didik dan tanamkan kecintaan terhadap jihad dan mati syahid. Maka anak-anak Palestina tidak pernah merasa takut berhadapan dengan tentara Israel sekalipun hanya bersenjatakan batu.

Akar persoalan
Sesungguhnya tragedi ini berpijak pada persoalan Aqidah, syariah, dan politik (Islam vs kufur Yahudi), bukan masalah konflik dua negara, sehingga perdamaian sebagai solusi.Mengingatkan sejarah bahwa Palestina adalah bagian dari negeri muslim, haram bagi siapa pun untuk merampasnya. Sejak pemerintahan Khalifah Umar bin Khaththab ra, kaum Muslimin diamanahi melindungi kaum Nasrani dari ancaman Yahudi dengan mencegah Yahudi tinggal di Palestina. Hal itu dituangkan dalam Perjanjian Umariyah/Perjanjian Illiya tatkala penduduk Palestina yang semuanya Nasrani menyerahkan secara sukarela tanahnya kepada kaum Muslimin.

Melalui perjanjian Umariyah disepakati bahwa selain Muslim, hidup juga berdampingan secara damai dengan orang Nasrani di Palestina. Tetapi juga harus diingat dalam perjanjian Umariyah itu orang Yahudi tidak boleh tinggal di Palestina.
Secara politis, tentang makar Yahudi yang mendirikan negeri zionis Israel. Sejak awal pendiriannya, keberadaan negara Israel tidak lepas dari kepentingan negara-negara imperialis Barat, terutama Inggris dan Amerika Serikat.

Secara syariah Islam jelaslah Islam juga mengharamkan kolonialisme dan pembantaian, dan Islam juga anti penjajahan, apalagi itu terhadap tanah milik kaum Muslimin, tanah wakaf, tanah kharajyiah. Pembantaian umat yang dilakukan Israel juga adalah kezaliman luar biasa, apalagi korbannya adalah anak-anak dan perempuan.
Maha benar Allah dalam firmanNya :
Dan sesungguhnya, telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rejeki dari yang baik-baik, dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna, atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.” (QS:.Al Isra : 70)

Sesungguhnya hilangnya dunia (dan seisinya) benar-benar lebih ringan bagi Allah ketimbang terbunuhnya seorang Muslim. (HR at-Tirmidzi)

Untuk menyelamatkan perempuan dan anak-anak Palestina, terbelenggu oleh sekat nation state – egoistis nasionalis penguasa muslim di sekitar Palestina. Nasionalisme adalah musuh umat Islam, racun berbahaya, penghalang persatuan umat. Contohnya, Mesir hanya membuka perbatasan untuk menolong yang cidera dalam beberapa jam lalu ditutup lagi; Nasionalisme menghalangi setiap negara untuk mengirim bantuan tentara karena prinsip Politik Luar Negeri yang dianut, kalaupun mengirim tentara maka tunduk dalam genggaman PBB yang mendukung eksistensi Israel.

Bantuan do’a, dana, dan materi lainnya, secara realitas diperlukan. Namun bukan solusi persoalan. Akhirnya lebih focus pada menolong korban dengan tetap membiarkan si pelaku melakukan tindakan keji (pembunuhan massal) secara bebas.

Perempuan dan anak-anak (genoside) yang menjadi korban serangan Israel di Gaza, tidak mendapatkan respon yang menghebohkan dunia (LSM dan Dunia Internasional lainnya) sebagaimana yang terjadi pada Malala dan Piala Dunia FIFA 2014. Standar Ganda Barat dalam mensikapi HAM untuk kaum muslimin (dibiarkan tidak mendapatkan hak-haknya mulai hak hidup, mendapatkan pendidikan, perlindungan dan lainnya).

Solusi
Jelaslah tragedi Gaza buah dari konspirasi Barat/Imperialis untuk menghancurkan Islam dan Kaum Muslimin, dengan menggunakan solusi national state/kemerdekaan bagi palestina. Solusi ini akan menjauhkan kebutuhan umat terhadap persatuan kaum muslimin dalam naungan Daulah Khilafah.

Usulan perdamaian, tidak menyelesaikan masalah. Harus diingat bahwa tabiat orang yahudi selalu ingkar janji. Dia akan menawarkan damai jika tujuannya sudah tercapai, jika persenjataannya sudah habis, dan dalam waktu perjanjian itu dia menyusun strategi baru dan persediaan senjata baru. Dari dahulu selalu berulang hal yang sama, menawarkan gencatan senjata dia pula yang mengingkari.

Tragedi palestina membutuhkan solusi yang kongkrit, tragediy yang terjadi adalah karena ketiadaan Khilafah yang melindungi kaum muslim. Untuk itu, tegaknya khilafah menjadi suatu kewajiban. Jihad yang dilakukan secara personal atau kelompok untuk menyelamatkan Palestina masih belum cukup. Sangat membutuhkan pengerahan tentara-tentara dari negeri-negeri muslim seluruh dunia yang berjumlah besar untuk bersatu menyelamatkan Palestina sebagai bagian dari masalah kaum muslimin. Sehingga sangat mendesak untuk dicabutnya Nasionalisme dari benak kaum muslimin (rakyat, tentara maupun penguasa).

Negeri-negeri bila bersatu dalam Naungan Khilafah Islamiyah memiliki kekuatan yang luar biasa untuk menaklukan Israel maupun pendukungnya. Hal ini mencakup tentara jumlah besar, peralatan perang dan senjata yang berimbang bahkan lebih.

Khilafah Islamiyah sebagai perisai (junnah) bagi rakyatnya, tidak ada satu wilayah maupun individu rakyatnya (termasuk perempuan maupun anak-anak) yang dibiarkan terbunuh. Perempuan yang melahirkan generasi dan anak-anak calon pemimpin di masa mendatang mendapatkan perlindungan keamanan yang utuh dalam naungan khilafah. Peperangan yang dilakukan oleh Khilafah beradab dibandingkan perang saat ini di era modernisasi penuh dengan kebiadaban yang menyerang penduduk sipil dan orang lemah, rumah ibadah, sekolah, pasar, dan lain-lain. Wallâhu a’lam bish-shawâb.

Sabtu, 09 Agustus 2014

Bendera Hitam Bertuliskan Kalimat Tauhid Adalah Milik Islam dan Kaum Muslimin



Terkait dengan maraknya isu ISIS yang dihembuskan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) dan “dijelekan” oleh media massa nasional sedemikian rupa, berimbas kepada pelecehan bendera Tauhid (Laa Ilaaha Illallah).
Untuk itu Aliansi Masyarakat Amar Ma’ruf Nahi Munkar (ALMANAR) menegaskan bahwa bendera Tauhid adalah bendera Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasalam, bendera Islam dan umat Islam dimana saja, bukan hanya bendera ISIS.

“Karena arti dan makna dari bendera tersebut sangatlah mulia dan inti dari dakwah para Nabi dan Rasul,” Koordinator ALMANAR Ustadz Andi Mulya Al Gapaz, Jumat.
Dia meminta umat Islam di Indonesia untuk tidak terjebak ikut-ikutan dalam melecehkan bendera tauhid tersebut. Karena sama saja hukumnya melecehkan Dienul Islam.
“Jikalau tidak simpati dengan ISIS dan aktifitas para pendukung ISIS di Indonesia, jangan kemudian melampiaskannya dengan melecehkan bendera Tauhid,” sambung ustadz Andi.
Ustadz Andi menghimbau para Ulama Rabbani, Habaib, cendekiawan, agar menerangkan kepada umat Islam Indonesia bahwa bertuliskan kalimat tauhid itu bukan bendera ISIS, akan tetapi bendera Rasulullah, bendera umat Islam. “Jangan dilecehkan, jangan dihinakan dan jangan dikriminalkan dengan sebutan bendera teroris,” terangnya.
Selanjutnya kata Ustadz Andi, meminta kepada pihak-pihak yang ingin menyudutkan dan memojokkan simbol-simbol dan istilah Islam Islam dan Syariatnya yakni istilah Khilafah, bendera tauhid, baiat, hijrah, jihad, dll dengan menumpang isu ISIS, maka takutlah kalian kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, karena Islam dan Syariat Islam itu milik Allah Rabbal Alamin.
“Pelecehan dan kriminalisasi serta stigmatisasi hina terhadap pilar-pilar dan simbol kehormatan Islam seperti bendera dan panji-panji Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasalamyang bertuliskan kalimat Tauhid, Mushaf Al Qur’an, istilah-istilah Syar’i seperti khilafah, jihad fi sabilillah, hijrah, baiat dsb dengan menumpang pada kasus-kasus kontroversial tertentu adalah merupakan kemunkaran besar yang menyesatkan umat,” tegasnya.

Maka ALMANAR menyeru dan mengajak kaum muslimin untuk lebih cermat waspada dan siaga untuk bangkit membela kehormatan Islam jauh melebihi pembelaannya terhadap apapun. “Buktikan makna Takbir, Tahmid, Tahlil kalian, shalawat cinta Rasul kalian,” pungkas Ustadz Andi.

Selasa, 15 Juli 2014

SOMASI UMAT : Akhiri Persoalan Palestina Dengan Jihad !!



SOMASI UMAT (solidaritas ormas-ormas Islam untuk umat yang tertindas) Sumatera Utara dalam pernyataan persnya atas pembantaian saudara seiman di Gaza, menyatakan satu-satunya jalan untuk mengakhiri masalah Palestina adalah Jihad.


“Solusi satu-satunya mengakhiri permasalahan ini adalah jihad. Kami menentang segala upaya perdamaian dengan Yahudi dan ide batil “satu wilayah – dua Negara”. Barang siapa yang menyutujui ide perdamaian ini maka ia merasa lebih paham tentang karakter Yahudi daripada Rasulullah SAW dan Khalifah Umar bin Khattab,” tegas Sekretaris Umum SOMASI UMAT Muhammad Hafiz Aziz, di Medan Senin 16 Ramadhan 1435 H.


Dia juga menyerukan kepada semua Mujahidin dan kaum Muslimin di seluruh dunia, khususnya yang berada di bumi Palestina dan sekitarnya seperti di yang berada di Irak, Mesir dan Suriah untuk menghentikan dan mengesampingkan segala bentuk ikhtilaf dan tafarruq – ashabiyah dan hizibyah (perselisihan dan perpecahan diantara sesama – egosentris dan fanatik kelompok) dan memfokuskan untuk menghancurkan kekuatan Israel.


“Dewan Pimpinan Wilayah Liga Muslim Indonesia Sumatera Utara (DPW LMI-SU) mengajak seluruh elemen-elemen pergerakan Islam untuk menyatukan langkah mendukung dan memperkuat serta mensosialisasikan jihad fi sabilillah atas Yahudi, Amerika dan setiap sekutu mereka sehingga berakhirlah hegemoni mereka dan mereka pun membayar jizyah,” lanjut Hafiz.


Lebih jauh Hafiz mengajak kepada seluruh umat Islam di kota Medan untuk melakukan aksi solidaritas dan penggalangan dana untuk Palestina pada Hari Rabu, 16 Juli 2014 M, jam 09.00 wib, dengan titik kumpul di Mesjid Raudhatul Islam, Jln.Puteri Hijau Gg.Peringatan NO.1 (Depan Kantor Pertamina Medan) dengan tujuan Konsulat Jendral Amerika.


Ibroh
Peristiwa pembantaian “genocide” ini telah membuktikan pada kita semua bahwa adalah kebodohan belaka jika mengharap pertolongan dari organisasi yang tidak menjadikan jihad sebagai metode perjuangannya. Adalah kebodohan jika kita mengharapkan PBB, OKI , Liga Arab atau pun organisasi lainnya untuk memerdekakan ataupun membebaskan Al Quds.


Tidak akan mungkin organisasi yang menjadi boneka Amerika bin Yahudi itu akan memerangi “induk semangnya“. Tiada jalan lain bagi umat ini kecuali membangun kekuatan untuk memerangi Yahudi hingga sampai terjadi apa yang dikatakan Rasulullah SAW : “Akan sembunyi Yahudi dibalik sebuah batu maka batu itu bicara, hai hamba Allah ini ada Yahudi, maka bunuhlah ia”. Sungguh, tidak ada yang lebih benar perkataannya selain Ash Shiddiqul Amiin Muhammad Shallalahu alaihi wa sallam.


Maka wajib bagi seorang mukmin untuk menolak perjanjian damai dengan Yahudi atau hidup berdampingan dengan kaum yang dikatakan dalam Al Quran “maghdub ‘alaihim – kemurkaan bagi mereka” karena mereka senantiasa melaklukan pengkhianatan, maksiat dan munkarat bahkan melakukan pembunuhan terhadap para Nabi.

Innalillahi Wainnailaihi Rojiun, 10 Masjid di Bom Saat Serangan Udara "Israel" di Gaza




Pesawat-pesawat tempur “Israel” dengan sengaja membom masjid Farouq di kamp Nuseirat di Jalur Gaza sebelum shalat subuh pada Sabtu (12/7/2014), yang menyebabkan kehancuran total dan rumah di dekatnya mengalami rusak parah, sebagaimana dilansir oleh The Palestinian Information Center.

Beberapa hari yang lalu4 orang Palestina meninggal dan 5 lainnya luka-luka dalam serangan udara “Israel” di masjid syuhada Anwar Aziz di Jabaliya

Menurut Kementerian Wakafsetidaknya 10 masjid telah dibom secara langsung selama lima hari terakhir, termasuk dua masjid di Khan Younis dan dua masjid di Gaza utara.

Pada Jum’at (11/7)pesawat-pesawat tempur “Israel” menargetkan area sekitar masjid Dar al-Salam, yang menyebabkan satu orang meninggal dan delapan orang cedera saat mereka dalam perjalanan pulang ke rumah setelah melakukan shalat Tarawih.

Tiga warga Palestina lainnya, termasuk seorang pria tua, meninggal saat menuju ke masjid Rahman untuk melakukan shalat Magrib.

Dalam hal iniWakil Menteri Wakaf Dr Hassan Sifi mengatakan bahwa penargetan masjid oleh pesawat tempur “Israel” mengungkapkan dengan jelas kedengkian dan kebiadaban “Israel”.
Semua orang bisa melihat sekarang hakikat yang jelas dari rasis terorisme “Israel” terhadap warga sipil Gaza seperti yang ditampilkan dalam rombongan jetkapal perangdan artileri yang mengguncang Jalur Gaza, jelasnya.

Kebencian “Israel” memuncak dalam pemboman kuburanmasjid dan tempat ibadahterutama masjid al-Farouq di Nusairat dan masjid Anwar Aziz di provinsi utara“.

Dr Hassan mengatakan bahwa pemboman tempat ibadah adalah pelanggaran yang mencolok terhadap aturan ilahi dan konvensi internasional. Ia meminta pendudukan “Israel” bertanggung jawab penuh atas kejahatan yang berkelanjutan ini, dan menyerukan kepada masyarakat dunia untuk memberikan perlindungan bagi rakyat Palestina dan tempat-tempat ibadah.


Jumat, 20 Juni 2014

Ritual Bid'ah Bukan Bagian Dari Agama



Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarokatuh,
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صلى الله عليه وعلى آله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين

'Innalhamdalillaah, nahmaduhu wanasta’inuhu, wanastaghfiruh. Wana’udzubillaahiminsyururi anfusina waminsyay yiati a’malina, may yahdihillahu fala mudzillalah, wamay yut’lil fala hadziyalah. Asyhadu alailahaillallahu wah dahula syarikalah wa assyhadu anna muhammadan ‘abduhu warosuluh.Salallahu'alaihi wa 'ala alihi wa sahbihi wa man tabi'ahum bi ihsanin illa yaumiddiin'.

Fainna ashdaqal hadits kitabaLLAH wa khairal hadyi hadyu Muhammad Salallahu'alaihiwassalam, wa syarral ‘umuri muhdatsatuha, Wa kullu muhdatsatin bid’ah wa kullu bid’atin dhalalah wa kullu dhalalatin fin nar… Ammaba’du
 
Bismillah - mendapatkan rahmat dari Allah adalah keinginan setiap hamba yang bertaqwa,karena ia beriman bahwasanya sebuah rahmat dari Allah adalah jalan yang menuntun mereka ke Surga,masih berimankah kita terhadap adanya Surga?

Islam yang telah diturunkan oleh Allah adalah agama yang sempurna,dan untuk melihat serta merasakan hal itu,sebagai hamba yang berusaha istiqamah,kita harus senantiasa takut dan tidak berputus asa dalam bertaqwa.Tidak terkecuali harus kritis terhadap berbagai ritual bid'ah dalam agama yang justru merusak dan menghina Islam.

Seandainya pun ritual bid'ah tidak diharamkan,apakah ia diperintahkan? Buat apa melakukan ritual bid'ah yang bahkan tidak pernah Rasululloh contohkan? Adakah manusia yang paling taqwa selain Beliau? Dan bukankah justru ada ancaman bagi pelaku 'bidah'?

Karena seperti yang kita tahu saudaraku,berbagai ritual bid'ah dalam Islam hanya akan menyibukkan kita dari mengingat Allah bahkan hanya akan mengotori hati kita.
Jika sebuah ritual bid'ah adalah bagian dari agama,tentu ritual tersebut telah dicontohkan oleh Rasululloh sejak dahulu kala,karena bukankah kita juga tahu saudaraku,Beliaulah yang mengerti benar akan Islam dan tidak ada istilah modernisasi dalam Islam bukan?

Islam yang benar adalah seperti apa Islam pada zaman Rasululloh,tidak ada istilah 'Islam yang harus mengikuti perkembangan zaman','Islam modern','Islam pembela emansipasi wanita','Islam ini Islam itu' dan lain sebagainya.Tidak ada.
Dan salah satu faktor utama dari semakin banyaknya perbedaan pemahaman mengenai Islam , adalah karena ikhtilaf pendapat tentang nilai sebuah ritual saat kita harus melihat dari kacamata bid'ah.

Ini penting,dan harus dipahami bahwa memang setiap ritual bid'ah yang menyangkut dengan ajaran Islam bukanlah bagian dari agama Islam,dan jika kita sudah memahami hal tersebut,buat apa kita mengerjakan sebuah ritual bid'ah?
Hal ini akan menjadi renungan bagi seorang hamba yang senantiasa rindu akan hidayah Rabb-nya,dan kita,itupun jika kita berharap agar senantiasa termasuk orang-orang yang berakal dan bukan orang-orang yang melampaui batas.

Berbagai praktek ritual bid'ah bahkan bid'ah-bid'ah dalam hukum Islam,hanya akan menjadikan Islam ini sebagai bahan olok-olokan.

Kita tahu bahkan kita melihat tidak sedikit dari mereka yang mengatasnamakan Islam demi untuk sebuah kepentingan pribadi,Islam untuk memperebutkan kekuasaan,Islam untuk sebuah kemerdekaan dan lain sebagainya.

Diluar sana ada yang mengatasnamakan sebagai 'partai salafy',dan Allah hanya akan mengadzab mereka,Islam mereka permainkan tapi mereka lupa bahwa sesungguhnya Allah adalah sebaik-baik pembuat rencana.
Mereka juga yang tidak mengingkari menjadikan Islam ini untuk sebuah popularitas dan tontonan,doktrin kesyirikan dengan berjubah agama,bukankah ini sesuatu hal yang berpotensi untuk menghinakan Islam?

Islam adalah agama untuk semua umat manusia,yang mana Islam adalah agama yang mengajarkan Tauhid,zuhud,kasih sayang terhadap sesama,agama yang mudah,agama yang tidak membedakan mereka yang kaya,miskin,pintar,bodoh dan lain sebagainya.

Dunia hanyalah sarana mengumpulkan bekal untuk kehidupan akhirat,dan dari nikmat yang telah Allah limpahkan kepada kita,pantaskah kita menjadikan hidup kita sia-sia?
Mereka yang mengolok-olok Islam dengan berbagai cara bahkan berjubah agama sekalipun,dalam hidupnya tidak akan menemukan ketenangan,sibuk dalam merekayasa taqwa,mereka juga hanya akan menjauhkan diri dari Rabb-nya dan hati mereka justru akan menjadi semakin keras.

Na'udzubillah.


Wallahu a’lam
(artinya: “Dan Allah lebih tahu atau Yang Maha tahu atau Maha Mengetahui)
“Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu alla ilaha illa Anta astaghfiruka wa atubu ilaik (Maha Suci Engkau ya Allah dan segala puji untuk-Mu. Saya bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah selain Engkau, saya meminta ampunan dan bertaubat kepada-Mu).”
"Wassalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarokatuh,.

Sabtu, 10 Mei 2014

Hindari Mengadu Domba





Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarokatuh,
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صلى الله عليه وعلى آله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين

'Innalhamdalillaah, nahmaduhu wanasta’inuhu, wanastaghfiruh. Wana’udzubillaahiminsyururi anfusina waminsyay yiati a’malina, may yahdihillahu fala mudzillalah, wamay yut’lil fala hadziyalah. Asyhadu alailahaillallahu wah dahula syarikalah wa assyhadu anna muhammadan ‘abduhu warosuluh.Salallahu'alaihi wa 'ala alihi wa sahbihi wa man tabi'ahum bi ihsanin illa yaumiddiin'.

Fainna ashdaqal hadits kitabaLLAH wa khairal hadyi hadyu Muhammad Salallahu'alaihiwassalam, wa syarral ‘umuri muhdatsatuha, Wa kullu muhdatsatin bid’ah wa kullu bid’atin dhalalah wa kullu dhalalatin fin nar… Ammaba’du
Tukang Adu Domba (Mengadu Domba - Penyakit Lisan),Apa itu Namimah?

Bismillah - benar Surga itu adalah rahmat dan kasih sayang Allah Subhanahu wa Ta'ala. Tidak dibenarkan jika kita hamba yang hina dina ini,hamba yang berlumur dosa dapat mengetahui bahkan menentukan siapa masuk surga dan siapa pula yang kelak masuk neraka.

Akan tetapi,apa guna sebuah petunjuk apabila jika sudah kita ketahui dan yakini kebenaran akan petunjuk tentang itu lalu kita tetap saja bebal dan tidak mau tahu. Inilah pentingnya sebuah ilmu.

Mengadu domba (An-Namimah)

      Namimah adalah menyampaikan perkataan suatu kaum kepada kaum yang lain untuk menimbulkan kerusakan di antara mereka. Sesungguhnya allah telah mencela orang yang memiliki sifat ini, Dan melarang mendengarkan perkataan , Dia berfirman:
وَلَا تُطِعْ كُلَّ حَلَّافٍ مَّهِينٍ () هَمَّازٍ مَّشَّاءٍ بِنَمِيمٍ () مَّنَّاعٍ لِّلْخَيْرِ مُعْتَدٍ أَثِيمٍ
“dan jangan engkau ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina, yang banyak mencela, yang kian kemari menghambur fitnah, yang sangat enggan berbuat baik, yang melampaui batas lagi banyak dosa.”(Al-Qalam:10-12)

       Firman-Nya(yang kian kemari menghambur fitnah) maksudnya dia mengadu domba di antara manusia,menghasut dan memfitnah di antara mereka,sebagaimana di sebutkan di dalam tafsir  Ibnu katsir.
Namimah termasuk dosa besar,dalam Ash-shahihain dari ibnu abbas di sebutkan:

        “Rasulullah melewati dua kuburan dan kedua penghuninya sedang di siksa,Dan keduanya tidaklah di siksa karena perkaranya yang besar – sesungguhnya itu adalah adzab yang benar-Adapun salah satunya berjalan di antara manusia dengan mengadu domba,Adapun yang lain,ia tidaklah menjaga dirinya dari air kencing
     Sabda beliau: 
"keduanya tidaklah di siksa karena perkara yang besar maksudnya namimah dan tidak membersihkan diri dari najis kencing adalah pebuatan yang kecil (sepele),ringan atau gampang menjauhi keduanya akan tetapi adzabnya sangat keras"

Al_iman Al_bukhari berkata (10/6056):
Abu Nu’aim telah berkata kepada kami:
Sufyan telah berkata kepada kami dari manshur,dari Ibrahim, dari hamam, dia berkata:
kami bersama Hudzaifah,maka di katakan kepadanya bahwa sesungguhnya seseorang menyandarkan hadits itu sampai ke utsman maka  Hudzaifah berkata: 
saya mendengar nabi Bersabda:

         “Qattat tidak akan masuk surga”
            Sabda beliau “Qattat” ditafsirkan oleh hadits riwayat muslim
          “seseorang mengadu domba tidak akan masuk surga “
    
Di sebutkan bahwa Qattat adalah orang yang mendengarkan sesuatu secara sembunyi- sembunyi  (mencuri dengar) kemudian menyampaikan apa yang di dengarnya.

      Para pengadu domba di kabarkan tidak masuk surga demikian pula dalil-dalil tentang ancaman seperti ini menjadi syubhat (keracunan) bagi orang-orang khawarij yang mengafirkan pelaku maksiat walaupun dia seorang yang mengesahkan allah,

Syubhat ini dijawab dengan firman Allah:
إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَاءُ
“Sesungguhnya allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu ) dengan dia dan dia mengampuni dosa selain syirik itu bagi siapa yang dia kehendaki”
 (An-Nisa:116)

Dia menjadikan doa-dosa itu di bawah kehendak-Nya jika dia menghendaki maka dia mengampuninya dan jika dia menghendaki maka dia menyiksa sesuai kadar dosanya, kemudian tempat kembalinya adalah surga,kecuali syirik karena pelaku syirik akan kekal di neraka

     Al-iman Al-bukhari berkata (1/64)  : 
Abdul yaman telah mengabarkan kepada kami dia berkata:syu’aib telah mengabarkan kepada kami dari Az-zuhri,dia berkata:
Abu idris ’A’idzullah bin Abdullah telah mengabarkan kepada saya bahwa ‘Ubadah bin Ash-shamit dia mengikuti perang badr dan merupakan salah seorang naqib (pemimpin kaum) pada malam ‘Aqabah –bahwa Rasullah berkata di sekitar beliau ada sekelompok sahabat

    ‘berbai’atlah kepadaku bahwa janganlah kalian menyekutukan allah dengan sesuatupun,janganlah mencuri,jangan berzina,janganlah membunuh anak-anak kalian,janganlah membuat dusta yang kalian ada-adakan antara tangan-tangan dan kaki-kaki kalian dan janganlah kalian durhaka dalam hal kebaikan Barang siapa di antara kalian yang memenuhi bai’atnya maka pahalanya di sisi allah  dan barang siapa yang melakukan salah satu hal itu lalu dia di siksa di dunia maka hal itu menjadi kaffarah (penghapus dosa) baginya dan barang siapa yang melakukan sesuatu yang terlarang itu kemudian allah menutupinya maka perkaranya dikembalikan kepada allah jika Dia menghendaki maka dia memaafkan dan jika dia menghendaki maka dia menyiksa maka kami berbai’at kepada beliau di atas demikian itu,”

Nabi mengabarkan bahwa dosa-dosa itu berada di bawah kehendak allah ,jika dia berkehendak maka dia menyiksanya ,dan jika dia berkehendak maka dia mengampuninya.

Dalil –dalil tentang ancaman yang mengandung peniadaan masuk surga dari seorang yang bertauhid jika dia melakukan dosa besar ,mengandung kemungkinan bahwa di dalamnya ada kalimat yang dihilangkan ,dan kalimat lengkapnya :jika allah membalasnya ;atau bahwa ia tidak langsung masuk surga ,dia disiksa dahulu sesuai kadar dosanya kecuali jika allah mengampuninya ,kemudian tempat kembalinya adalah surga ,atau bahwasanya jika dia menganggap halal perbuatan itu , berarti dia telah mendustakan dalil ,baik dia melakukan atau tidak.

Disebutkan dari sebagian ulama salaf bahwa dalil –dalil tentang ancaman ditetapkan sebagaimana adanya dan tidak dipertentangkan maknanya ,karena hal itu akan lebih mengena dalam memberi peringatan ,(hukum suatu perkara dalam )agama tidak hanya diambil dari suatu dalil ,namun diambil dari semua sisi dalilnya ,allah berfirman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً
‘’hai orang –orang yang beriman ,masuklah kalian ke dalam islam secara keseleruhannya ,’’
(al –baqarah :208)

Tatkala orang –orang khawarij hanya memegangi dalil –dalil yang memberikan ancaman dan meninggalkan dalil –dalil yang mengandung harapan ,mereka sesat dan menyesatkan ,dan mereka disepakati oleh mu’tazilah dalam menghukumi bahwa pelaku dosa besar di akhirat nanti  akan kekal di neraka namun mereka berselisih dalam penamannya orang-orang khawarij berkata:”kami menamakan kafir”sedangkann orang-orang Mu’tazilah berkata:”kami menamakan fasik”

Bantahan terhadap orang-orang Mu’tazilah:
Allah berfirman
dia-lah yang menciptakan kalian,maka di antara kalian ada yang kafir dan ada pula yang beriman”(At-taghabun:2)

Allah membagi manusia menjadi  dua: kafir atau mukmin allah tidaklah membagi mereka menjadi tiga bagian kita berlindung kepada Allah dari kehinaan.

Akan tetapi ahlussunnah adalah oarng-orang yang di sucikan oleh allah dengan berfirman:
وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِّتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًا ۗ …
“dan demikian (pula) kami telah menjadikan kalian (umat islam) sebagai umat yang adil dan pilihan,agar kalian menjadi saksi atas (perbuata) manusia dan agar  Rasul (Muhammad)menjadi saksi atas perbuatan kalian”
(Al-Baqarah:143)
Al –wasath maknanya yang terpilih ,mereka mengompromikan dalil –dalil ,mereka khawatir bahwa orang yang berbuat kejelekan akan disiksa ,dan mereka mengharapkan,balasan surga bagi pelaku kebaikan.

Untuk mendapatkan tambahan penjelasan dalam masalah ini ,silakan merujuk syarah al -‘aqidah ath thahawiyyah (hal ,316 dan yang setelahnya )
Masalah namimah adalah masalah yang sangat berbahaya ,namimah dapat merusak hubungan antara dua kawan dan hubungan persaudaraan yang sangat kuat.

Janganlah engkau memperluas namimah di antara dua kawan ,yang karenanya dua sahabat           akan saling membenci 

Namimah mendatangkan  kerusakan dan pemusuhan ,padahal sugguh allah telah melarang melakukan kerusakan ,Allah berfirman:
وَلَا تَعْثَوْا فِي الْأَرْضِ مُفْسِدِينَ
“dan janganlah kamu merajalela di muka bumi membuat kerusakan ,”
(al –a’raf :74)

Orang yang membuat kerusakan tidak dicintai oleh allah  ,Allah berfirman :
وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ
Dan janganlah engkau berbuat kerusakan di (muka)bumi ,sesungguhnya allah tidak menyukai orang –orang yang berbuat kerusakan
(al –qashash:77)

Bahkan allah telah memerintahkan melakukan perbaikan Allah berfirman :
فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَصْلِحُوا ذَاتَ بَيْنِكُمْ
“Maka bertaqwalah kapada allah dan perbaikilah hubungan di antara kalian.”
(Al-anfal:1)
Dan allah berfirman:
وَإِن طَائِفَتَانِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ اقْتَتَلُوا فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا
dan jika ada dua golongan dari orang –orang mukmin berperang maka damaikanlah antara keduanya “
(al –hujurat:9)
dan Allah berfirman :
لَّا خَيْرَ فِي كَثِيرٍ مِّن نَّجْوَاهُمْ إِلَّا مَنْ أَمَرَ بِصَدَقَةٍ أَوْ مَعْرُوفٍ أَوْ إِصْلَاحٍ بَيْنَ النَّاسِ ۚ وَمَن يَفْعَلْ ذَٰلِكَ ابْتِغَاءَ مَرْضَاتِ اللَّهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا
“tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan –bisikan mereka ,kecuali bisikan –bisikan dari orang yang menyuruh (manusia)memberi sedekah ,atau berbuat ma’ruf,atau mengadakan perdamaian di antara manusia ,dan barang siapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan allah ,maka kelak kami memberinya pahala yang besar.”
(an –nisa :114)

Nabi bersabda sebagaimana disebutkan di dalam sunan abi dawud dari hadits abu darda :

   “Maukah saya kabarkan? para sahabat menjawab:tentu,wahai rasulullah beliau berkata: memperngaruhi keadaan manusia dan merusak keadaan manusia adalah Al-haliqah”
 Hadits tersebut shahih sebagaimana di dalam ash-shahihul Musnad (2/149)

       Al-haliqah adalah pekerti yang sifatnya mencukur,maksudnya membinasakan dan mencabut agama hingga akarnya, sebagaimana pisau cukur memotong rambut sampai akarnya.

Ada yang mengakatakan Al-haliqah adalah memutuskan hubungan kekeluargaan dan berbuat kedlaziman,sebagaimana di sebutkan di dalam an-Nihayah (1/328)
Allah telah memberi anugerah kepada hamba-hamba-Nya yaitu dua menyatukan hati mereka Allah berfirman:
وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ
“dan inganlah nikmat allah kepada kalian ketika kalian dahulu (di masa jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka allah mempersatikan hati kalian, lalu menjadi kalian karena nikmat allah orang-orang yang bersaudara.dan kalian telah berada di tepi jurang neraka,lalu allah menyelamatkan kalian darinya.demikianlah allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kalian,agar kalian mendapat petunjuk.”
(Ali imran:103)  

( Diambil dari Nasehat Untuk Kaum Musliman, Pustaka Ar Rayyan ) Sumber: http://salafy.or.id/blog/2014/01/14/penyakit-penyakit-lisan-3/



Wallahu a’lam
(artinya: “Dan Allah lebih tahu atau Yang Maha tahu atau Maha Mengetahui)
“Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu alla ilaha illa Anta astaghfiruka wa atubu ilaik (Maha Suci Engkau ya Allah dan segala puji untuk-Mu. Saya bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah selain Engkau, saya meminta ampunan dan bertaubat kepada-Mu).”
"Wassalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarokatuh,.