Halaman

Cahaya Pengetahuan Muslim

Kamis, 24 Oktober 2013

Adakah Islam Fanatik dan Fanatik dalam Islam ??


Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarokatuh,

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صلى الله عليه وعلى آله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين

'Innalhamdalillaah, nahmaduhu wanasta’inuhu, wanastaghfiruh. Wana’udzubillaahiminsyururi anfusina waminsyay yiati a’malina, may yahdihillahu fala mudzillalah, wamay yut’lil fala hadziyalah. Asyhadu alailahaillallahu wah dahula syarikalah wa assyhadu anna muhammadan ‘abduhu warosuluh.Salallahu'alaihi wa 'ala alihi wa sahbihi wa man tabi'ahum bi ihsanin illa yaumiddiin'.

Fainna ashdaqal hadits kitabaLLAH wa khairal hadyi hadyu Muhammad Salallahu'alaihiwassalam, wa syarral ‘umuri muhdatsatuha, Wa kullu muhdatsatin bid’ah wa kullu bid’atin dhalalah wa kullu dhalalatin fin nar… Ammaba’du
 

Kesalahan Pemahaman Tentang Islam yang Syar'i

Sebuah pertanyaan yang kadang banyak menghantui setiap jiwa seorang muslim namun cenderung diabaikan,adalah Mengapa Islam menjadi beberapa golongan dan kelompok bahkan tidak sedikit kita jumpai dari dalam maupun luar negeri adanya perang saudara sesama muslim,bukankah Islam ini satu?
Hal ini berkaitan erat dengan subhat-subhat yang tersebar dalam masyarakat kita pada khususnya,mereka mengatakan:
  • 'jenggot,cadar? akh,itu Islam fanatik,beragama yang berlebih-lebihan'
  • 'ajaran fanatik seperti cadar,jenggot dan lain-lain itu untuk Islam di Arab mas,beda kalo Islam India,Pakistan sedang kita kan di Indonesia'
  • 'ya ga cocok klo Islam jaman nabi diterapkan di jaman ini mas,khan jamannya aja udah beda'
  • 'ya kita harus menjalankan ajaran Islam ini sesuai jaman,klo kita seperti Islam fanatik itu ya bagaimana bernegara,kita kan negara yang menjunjung tinggi persatuan dan saling hormat-menghormati antar pemeluk agama lain'
  • 'sudah kewajiban kita toh,kita memeluk agama itu bukan diatas kelompok atau golongan tertentu,kita beragama yang biasa-biasa aja,yang fleksible terhadap jaman dan dalam bermasyarakat,klo kita terlalu kaku dalam agama,bagaimana kita bermasyarakat yang sebagian besar menganggap islam fanatik itu aneh'
  • 'bayangkan klo musik haram,film fiktif ga boleh,wanita bercampur pria dalam bekerja ga boleh,jika semua ga boleh gimana nasib negara kita ini,kita pasti akan tertinggal jauh dengan negara-negara lain toh'
  • 'da'i di televisi di kritik,akan lebih baik lagi toh jika dakwah lewat televisi dengan humor-humornya seperti itu,khan akan semakin tersebar Islam ini,gitu aja kok repot'
Dan subhat-subhat yang lain yang mengacu pada penafian terhadap Islam yang mencoba dijalankan dengan yang sebenar-benarnya.
Bukankah hal ini justru akan dapat mengeraskan hati kita dan semakin menjauhkan kita dari ilmu Tauhid ?
Lalu bagaimana yang kita seharusnya lakukan terhadap subhat-subhat itu?

Memukul Habis Subhat Islam Fanatik dan Kefanatikan dalam Islam

Adakah Islam Fanatik Itu? - jika Islam ini telah Allah sempurnakan,mengapa Islam masih terpecah belah?
Ingat saudarakau Allah Subhanahu wa Ta'ala telah berfirman:

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kusempurnakan kepadamu nikmatKu, dan telah Kuridhoi Islam sebagai agama bagimu.”
(QS : Al Maidah [5] : 3).

Kata 'sempurna' disini adalah 'sempurna' menurut ukuran Allah,sangat berbeda jika nilai 'sempurna' menurut mahluk-Nya disini manusia,sesempurna apapun menurut manusia mustahil jika tanpa cacat,namun jika 'sempurna' menurut Allah seperti firman-Nya dalam surat Al Maidah diatas,masihkah engkau saudaraku menganggap Islam ini cacat sehingga Islam ini harus ada penambahan syari'at dan amalan baru yang tanpa ada dalil sehingga mudahnya Islam ini terpecah belah?

Semua hanya bersumber pada pemahaman yang menyimpang dan pemahaman yang keliru dalam memahami Islam yang sudah Allah sempurnakan ini.
Islam ini akan jaya,akan mendapatkan kemenangan yang besar,persatuan yang tak tertandingi jika didasarkan diatas Al-Qur'an,Assunnah dan sesuai dengan pemahaman para sahabat Rasulalloh.

Mengapa harus didasarkan pada pemahaman para sahabat?

Rasulalloh صلى الله عليه وسلم telah bersabda:

خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِيْ ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ

“Sebaik-baik manusia adalah generasiku kemudian generasi setelahnya kemudian generasi setelahnya”.

Dalam skema generasi terbaik itu adalah:
Jaman Nabi dan para sahabat ---> Tabi'in ---> Tabi'ut tabi'in dan yang mengikutinya.

Sudah jelas,siapa lagi yang akan kita ikuti,sedang para sahabat telah pergi,begitu juga para tabi'in,begitu pula para tabi'ut tabi'in.

Betul akhi,senantiasa agar Islam ini terjaga kemurniannya kita harus jeli terhadap hadits-hadits,mana hadits palsu mana hadits yang lemah,mana hadits yang hasan dan mana pula hadits yang kuat dan shahih.
Semua itu hanya kita dapat dari menuntut ilmu syar'i bukan hanya sekedar taklid buta terhadap apa yang nenek moyang kita berikan kepada kita.

Sudah barang pasti jika kita hanya sekedar belajar ilmu agama tanpa memperhatikan hal ini,karena manusia itu cenderung menganggap setiap kebaikan adalah baik,tidak peduli kebaikan yang dimaksud memiliki dalil dan nash yang shahih atau tidak dan hal ini sudah pasti akan melahirkan pemahaman-pemahan sesat dan menyesatkan.Oleh sebab itu seperti yang kita lihat,Islam ini kini terbagi menjadi beberapa golongan dan kelompok.

Akankah Islam ini terbebas dari para hizbiyyun / kelompok? jawabannya adalah mustahil,karena Rasulalloh sendiri telah bersabda bahwa Islam ini akan terbagi menjadi 73 Golongan / Firqah dan hanya satu yang selamat yakni Al-Jama'ah (orang-orang yang istiqamah yang berpegang pada Al-Qur'an Sunnah dan pemahaman para sahabat juga para ulama salaf).

Sikap kita adalah menemukan Al-Jama'ah itu,apakah 'Al-Jama'ah' itu adalah mayoritas? minoritas? atau apa?

Temukan dengan hatimu saudaraku,APAKAH Al-Jama'ah firqah yang selamat itu yang telah Rasulalloh sebutkan diatas adalah firqah / golongan:
  • firqah yang berdendang dalam dakwah yang menghalalkan musik,tari bahkan group band?
  • firqah yang menghalalkan pesta ulang tahun sehingga bercampurnya laki-laki dan perempuan dengan busana muslim gaul mereka?
  • firqah yang berteriak-teriak dalam dzikir dan memajang poster atau foto ulama-ulama mereka,tak jarang dalam foto ulama-ulama mereka itu terlihat angkuh dengan pose yang dibuat-buat agar lebih berwibawa tanpa melihat bagaimana hukum dalam sebuah hadits tentang gambar bernyawa itu?
  • firqah yang menganggap semua golongan Islam itu sama,sedangkan kita tahu ada suatu golongan dalam Islam yang mencaci maki para sahabat?apakah firqah ini al-jama'ah yang dimaksud itu?
  • firqah yang difungsikan untuk memberontak pemerintahan dengan bom bunuh diri,dll?
  • firqah yang digunakan hanya untuk kebutuhan politik dan materialisitas?
  • firqah yang dalam dakwah mereka mencampuradukkan agama dengan seni,humor / lawakan dan bekerja sama dengan produk-produk haram melalui iklan yang sering dapat kita lihat di televisi-televisi?
  • firqah yang tak merasa iri dengan ke-istiqomah-an seorang mukmin dalam menjalankan agamanya secara kaffa (keseluruhan) namun justru sebaliknya menganggapnya sebagai pelaku Islam Fanatik?
Tentu seandainya pun Rasulalloh menyaksikan hal ini secara kasat mata,tentu beliau tidak akan ridho jika Islam ini kini telah banyak diselewengkan dan dipahami hanya dengan ukuran kebaikan semata.Sampai disini saudaraku,tentu engkau tahu mana firqah yang selamat itu,tentu bukanlah firqah-firqah yang tersebut diatas.

Karena sebuah kebaikan,agama Islam ini pada khususnya bukan didasarkan dan disandarkan pada kebaikan semata melainkan harus dengan ukuran Al-Qur'an,Assunnah dan ijma' para ulama sesuai dengan pemahaman sahabat juga para ulama salafush shalih.

Kepala Dingin Seputar Islam Fanatik

Semua yang bersumber pada nash yang shahih sekuat tenaga kita amalkan paling tidak kita mengetahui pada garis lurus yang akan kita tempuh nanti saat kita kembali meniti dan istiqamah dalam Islam ini.
Apa yang para sahabat pahami dan lakukan,semaksimal kita lakukan dengan semata-mata mengharapkan ridha Allah.

Contoh kecil dalam memahami pemahaman para sahabat adalah tentang bid'ah,bagaimana shalat tarawih dikatakan sebaik-baiknya bid'ah oleh Umar sahabat rasulalloh صلى الله عليه وسلم,bukankah setiap bid'ah itu sesat?
Jika hal ini hanya dipahami dengan taklid dan pemahaman sendiri maka shalat tarawih dapat hilang bahkan melampaui batas.

Sahabat nabi Umar r mengatakan:

Sebaik-baiknya bid'ah [Dikeluarkan oleh Al-Bukhari 4/250
no.2010]

Ini yang dimaksud adalah shalat tarawih yang dilakukan sepanjang malam bulan ramadhan secara berjama'ah.
Jika bid'ah paling baik adalah hal tersebut,sedang shalat tarawih sendiri dilakukan para sahabat dan Rasullaloh صلى الله عليه وسلم sendiri juga melakukannya,engkau pasti tahu saudaraku bagaimana sesatnya bid'ah selain itu yang bahkan tidak ada contohnya sama sekali dari Nabi Muhammad dan para sahabat.

Banyak riwayat yang menjelaskan dan cukup memberi kita pelajaran bagaimana sesatnya bid'ah yang bertentangan dengan syari'at bahkan tidak pernah dicontohkan oleh para sahabat dan diri Rasullaloh صلى الله عليه وسلم sendiri.

Saran untuk diri saya pribadi dan kita semua,tuntutlah ilmu syar'i dari buku,hadits,dan ulama-ulama yang istiqamah diatas sunnah,BUKAN ulama yang mengejar popularitas dan materialitas juga ulama yang hanya menuruti hawa nafsu mereka.

Jauhi bid'ah meskipun itu sebuah kebaikan,karena setiap kebaikan yang tidak didasarkan pada Al-Qur'an dan Assunnah kita wajib untuk waspada dan lebih baik untuk menghindarinya.
Ingat saudaraku,bid'ah lebih disukai syetan daripada sebuah maksiat yang jelas-jelas itu sebuah dosa.

Sampai disini,kita tahu bahwa Islam yang sesuai syar'i TIDAK cukup hanya dengan bercadar,berjenggot,bercelana cingkrang namun berusaha semaksimal mungkin untuk menjalankan yang wajib,menjauhi yang haram dan menegakkan yang sunnah dengan pemahaman yang benar.

Islam Fanatik? tidak ada akhi,...


Wallahu a’lam
(artinya: “Dan Allah lebih tahu atau Yang Maha tahu atau Maha Mengetahui)
“Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu alla ilaha illa Anta astaghfiruka wa atubu ilaik (Maha Suci Engkau ya Allah dan segala puji untuk-Mu. Saya bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah selain Engkau, saya meminta ampunan dan bertaubat kepada-Mu).”
"Wassalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarokatuh,.

Selasa, 08 Oktober 2013

Fakta Tentang Islam Di Jaman Sekarang Ini


Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarokatuh,

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صلى الله عليه وعلى آله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين

'Innalhamdalillaah, nahmaduhu wanasta’inuhu, wanastaghfiruh. Wana’udzubillaahiminsyururi anfusina waminsyay yiati a’malina, may yahdihillahu fala mudzillalah, wamay yut’lil fala hadziyalah. Asyhadu alailahaillallahu wah dahula syarikalah wa assyhadu anna muhammadan ‘abduhu warosuluh.Salallahu'alaihi wa 'ala alihi wa sahbihi wa man tabi'ahum bi ihsanin illa yaumiddiin'.

Fainna ashdaqal hadits kitabaLLAH wa khairal hadyi hadyu Muhammad Salallahu'alaihiwassalam, wa syarral ‘umuri muhdatsatuha, Wa kullu muhdatsatin bid’ah wa kullu bid’atin dhalalah wa kullu dhalalatin fin nar… Ammaba’du
 








Ada tiga tema yang kami jadikan satu dalam judul 'Fakta Tentang Islam di Jaman Ini' diantaranya adalah:

  1. Ketahui Islam dalam Jiwamu
  2. Masihkah Kau Mengolok-Olok Ajaran Agamamu?
  3. Islam ini akan Asing dan Mukmin akan seperti Menggenggam Bara Api

A.Ketahui Islam dalam Jiwamu

Beruntunglah kita yang sudah dikenalkan dengan sunnah saudaraku,karena ini merupakan nikmat yang paling besar yang telah Allah Subhanahu wa Ta'ala berikan kepada kita.
Bayangkan jika kita belum dikenalkan dengan manhaj mulia ini saudaraku,jangankan dorongan untuk melakukan ibadah,untuk melakukan ibadah dengan benar pun kita tidak akan mengetahuinya.Lalu bagaimana kita akan termasuk sebagai orang-orang yang beruntung?

Kewajiban kita hanyalah tetap Istiqomah dalam manhaj yang mulia ini dan percayalah bahwa ada 'pesan' mengapa Allah memberikan hidayah ini kepada kita.Ya,saudarakau.. Islam ini telah memberitahukan kepada kita mana orang-orang munafik,fasik dan orang-orang yang benar-benar ada kebaikan dalam dirinya.

Ada banyak aliran agama,keyakinan dan kepercayaan,mereka berkembang sedemikian rupa,ada Islam,Kristen,Hindu,Budha dan agama-agama lain yang ada di muka bumi ini.
Dan orang-orang akan mendapatkan apa yang dikerjakannya sesuai dengan sisi jiwa mereka,kebaikan,keburukan atau segala bentuk keserakahan dan kebebasan dalam jiwanya.

Semua telah jelas seperti jelasnya matahari di siang hari,dimana anda saat ini berada disitulah kecenderungan sifat dan kejiwaan yang anda miliki.Itulah sebabnya banyak dari seseorang yang ingin mencari kebenaran dengan mencoba segala agama,kepercayaan dan keyakinan yang pada akhirnya menjatuhkan pilihannya sesuai dengan kebenaran yang dianutnya.Seperti kita tahu banyak para mualaf dan banyak pula para murtadin.
Sedang kita tahu,dalam diri setiap manusia memiliki kebaikan yang dapat menilai suatu kebenaran,tentu bukan kebenaran menurut kelompok atau golongan melainkan kebenaran hakiki yang mustahil bertolak belakang dengan sisi baik manusia.

Mari ketahui kemana jiwa baikmu dan agamamu akan kau tempatkan?


-Seseorang yang dikuasai dengan sifat sombong,angkuh maka ia akan menempatkan diri pada sisi yang dapat memenuhi kebutuhan jiwanya itu,lalu bagaimana dia menempatkan agamanya?
Saya tanyakan pada sisi jiwa kebaikan saudara,akankah seseorang tersebut dengan kesombongan dan keangkuhan yang mendominan itu akan menerima manhaj salaf yang jelas mengekang akan sombong dan keangkuhan? tentu tidak.

-Seseorang yang dikuasai dengan sifat riya(selalu ingin dipuji orang lain),mengutamakan gemerlapnya dunia daripada akhiratnya,bagaimana dia akan menempatkan agamanya?
Saya tanyakan pada sisi jiwa kebaikan saudara,akankah seseorang tersebut dengan sifat riya dan cinta dunia yang mendominan itu akan menerima manhaj salaf yang jelas mengekang akan sifat riya dan cinta dunia? tentu tidak.

-Seseorang yang dikuasai dengan sifat melupakan dunia,mengutamakan akhiratnya namun tidak memikirkan tanggung jawab dunianya,bagaimana dia akan menempatkan agamanya?
Saya tanyakan pada sisi jiwa kebaikan saudara,akankah seseorang tersebut dengan sifat cinta akhiratnya namun meninggalkan tanggung jawab dunia itu akan menerima manhaj salaf yang jelas melarang hal tersebut? tentu tidak.

-Seseorang yang dikuasai dengan sifat yang beranggapan 'yang penting baik',bagaimana dia akan menempatkan agamanya?
Saya tanyakan pada sisi jiwa kebaikan saudara,akankah seseorang tersebut dengan sifat taklidnya yang mendominan itu akan menerima manhaj salaf yang jelas hanya bersandar pada Al-Qur'an,As-Sunnah dan Ijma'? tentu tidak.


Semua sudah pada tempatnya masing-masing,kewajiban kita hanyalah berusaha untuk taqwa,Istiqomah dan beramar ma'ruf nahi munkar.

B.Masihkah Kau Mengolok-Olok Ajaran Agamamu?

Karena kebodohan dan minimnya ilmu kita tentang dien,tak jarang kita terjebak dalam perbuatan-perbuatan yang dapat membatalkan keIslaman kita,diantaranya adalah mengolok-olok syari'at agama.
Pernah saya jumpai banyak kaum MUSLIMIN yang membuat syari'at menjadi bahan gurauan dan olok-olokan,dan parahnya lagi itu hanya untuk sekedar agar terkesan 'lucu' dihadapan teman-temannya.
Seperti kasus-kasus:


-Streaming Video yang menayangkan Kesalahan Adzan yang dibuat sedemikian rupa agar seolah lucu
-Penyelewengan (baca:parodi) dari surat An-Nas yang telah tersebar.
-Menuduh cadar sebagai istri teroris (adakah hadits mulianya mengenakan cadar bagi kaum muslimah?)
-Jenggot seperti kambing (adakah hadits wajibnya memelihara jenggot bagi kaum laki-laki?)
-Celana Cingkrang /Ngatung seperti kebanjiran dan lain sebagainya.


[Fakta tentang Islam di Zaman / Jaman Ini]Bukankah tuduhan-tuduhan dan olok-olokan masalah ini adalah kebodohan yang dimanfaatkan syetan untuk menuntun kita lepas dari Islam?
Ketahuilah saudaraku para kaum muslimin,dalam kitab Al-Qur'an,ya..kitab suci kita Allah telah berfirman dalam Surah At Taubah : 65-66

Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

وَلَئِن سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ ۚ قُلْ أَبِاللَّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ لَا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُم بَعْدَ إِيمَانِكُمْ

"Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentu mereka akan menjawab: "Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja”. Katakanlah: "Apakah dengan Allah, ayat-ayatNya dan RasulNya kamu selalu berolok-olok?” Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman…

Percayakah anda saudaraku akan Firman Allah tersebut?
Percayakah dan yakinkah anda Allah telah Berfirman tentang itu?
Percayakah anda Allah yang telah menciptakanmu telah Berfirman tentang hal itu?
Atau anda tak percaya Allah adalah tuhanmu dan Al-Qur'an adalah kitab suci agamamu?
Lantas masihkah kau akan mengolok-olok ajaran agamamu?,ya ajaran yang telah disampaikan melalui Rasulalloh Salallahu'alaihiwassalam.

C.Islam ini akan Asing dan Mukmin akan seperti Menggenggam Bara Api



Sudah cukup memberitahukan kepada kita bahwasanya seorang mukmin (muslim yang istiqamah terhadap agamanya) pada jaman ini telah disebutkan dalam hadits yang telah Rasululloh sabdakan beberapa abad yang lalu.



يَأْتِي عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ الصَّابِرُ فِيهِمْ عَلَى دِينِهِ كَالْقَابِضِ عَلَى الْجَمْرِ

”Akan datang suatu zaman kepada manusia di mana orang yang memegang agamanya ibarat orang yang menggenggam bara api.”(HR Tirmidzi 2140)


Dan dalam hadits lain juga Rasululloh telah bersabda:

بَدَأَ الإِسْلاَمُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ

“Pada awalnya Islam itu asing dan Islam akan kembali asing sebagaimana pada awalnya. Sungguh beruntunglah orang-orang yang asing.” (HR Muslim no 389 dari Abu Hurairah)

Kita lihat saudaraku,ajaran Islam ini perlahan telah ditinggalkan oleh umatnya dan hanya sebatas pengakuan semata.Bahkan anak-anak muda muslim pada jaman ini tidak lebih mengetahui ajaran agamanya kecuali hanya sedikit yakni Syahadat,Shalat,Zakat,Puasa dan Haji saja.
Juga dari Abu Sa’îd Al-Khudry ,Rasululloh telah bersabda,

( لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ مَنْ قَبْلَكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ، وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ سَلَكُوْا جُحْرَ ضَبٍّ لَسَلَكْتُمُوْهُ. قُلْنَا: يَا رَسُوْلَ اللهِ الْيَهُوْدُ وَالنَّصَارَى! قَالَ: فَمَنْ )

“Sungguh kalian betul-betul akan mengikuti jalan-jalan orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta hingga, andaikata mereka masuk ke lubang dhab[1], niscaya kalian akan mengikutinya,” Kami berkata, “Wahai Rasulullah, apakah mereka adalah orang-orang Yahudi dan Nashara?” Beliau menjawab, “(Ya), siapa lagi (kalau bukan mereka)?” (H.R. Al-Bukhâry dan Muslim)

Bahkan Shalat pun dianggap aneh pada jaman ini,disaat ada seorang muslim yang melakukan shalat tak jarang terlontar kata 'tumben','lagi sadar','anak alim' dan lain sebagainya,bukankah shalat itu kewajiban saudaraku?

Kita lihat pula seseorang yang menjalankan sunnah,sudah seperti orang asing bukan? bahkan lebih mengenaskannya lagi mereka dimusuhi dan dianggap 'menyelisihi' syari'at.

Para kaum mukminin pada jaman ini jelas sudah bak menggenggam bara api,bagi yang tak kuat memegangnya maka ia akan melepaskannya.Jika ia tak dapat istiqomah diatasnya maka ia akan melepaskannya dan perlahan tapi pasti akan terjerumus pada kesesatan yang nyata.
Saudaraku,dunia dan ujian (musibah dan anugrah) dalam hidup ini adalah ladang dalam mendapatkan pahala,jangan sia-siakan mereka dan jangan pula kita tukar akhirat kita dengan gemerlapnya dunia yang bersifat sementara juga fana.


Wallahu a’lam
(artinya: “Dan Allah lebih tahu atau Yang Maha tahu atau Maha Mengetahui)
“Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu alla ilaha illa Anta astaghfiruka wa atubu ilaik (Maha Suci Engkau ya Allah dan segala puji untuk-Mu. Saya bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah selain Engkau, saya meminta ampunan dan bertaubat kepada-Mu).”
"Wassalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarokatuh,.

Hukum Tentang Musik, Lagu, Atau Nyanyian

Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarokatuh,
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صلى الله عليه وعلى آله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين

'Innalhamdalillaah, nahmaduhu wanasta’inuhu, wanastaghfiruh. Wana’udzubillaahiminsyururi anfusina waminsyay yiati a’malina, may yahdihillahu fala mudzillalah, wamay yut’lil fala hadziyalah. Asyhadu alailahaillallahu wah dahula syarikalah wa assyhadu anna muhammadan ‘abduhu warosuluh.Salallahu'alaihi wa 'ala alihi wa sahbihi wa man tabi'ahum bi ihsanin illa yaumiddiin'.

Fainna ashdaqal hadits kitabaLLAH wa khairal hadyi hadyu Muhammad Salallahu'alaihiwassalam, wa syarral ‘umuri muhdatsatuha, Wa kullu muhdatsatin bid’ah wa kullu bid’atin dhalalah wa kullu dhalalatin fin nar… Ammaba’du
 

'hati-hatilah saat saudara merasa bahagia,nyaman,khusyu',tenang dan lebih rajin dalam beribadah NAMUN bukan karena Al-Qur'an dan Sunnah Rasulalloh Salallohu'allaihiwassalam.Karena bukan tidak mungkin,rasa bahagia,tenang,khusyu' yang saudara rasakan hanyalah 'rekayasa' dari talbis Iblis dan tipuan syetan yang merupakan musuh kita yang benar-benar nyata.'


 
 
 
(Sumber - Berita Muslim Sahih) Islam adalah kebutuhan fitrah manusia,Islam diturunkan bukan untuk menghibur seorang hamba,Islam diturunkan bukan pula untuk mengasah kreatifitas seseorang dalam seni,Islam diturunkan bukan untuk agar seorang hamba Allah dapat bernyanyi,Islam ini tentu diturunkan bukan untuk menciptakan riya(selalu ingin dipuji) dan Islam diturunkan bukan untuk dijadikan sebagai profesi dan gaya hidup.
Islam diturunkan untuk menguji serta akan menyelamatkan jin dan manusia bagi mereka yang benar-benar menginginkan sebuah keselamatan dan kebahagiaan,baik di dunia maupun di akhirat. Kenali fitrah hidup ini saudaraku,ketahuilah bahwa tanda-tanda orang yang beriman salah satunya adalah meninggalkan apa-apa yang tidak bermanfaat baginya.Bukan dalam arti bermanfaat untuk memenuhi hawa nafsu kebutuhan pribadinya melainkan 'bermanfaat' untuk keselematan di dunianya terlebih untuk di akhiratnya kelak.

Apakah Musik Itu Memang Haram?


Sudah banyak dalil baik dari A-Qur'an maupun Hadits yang menjelaskan tentang keharaman musik,dan hal ini saya pastikan bahwa pengharaman musik sama sekali tidak bertentangan dengan kebutuhan rohani yang 'sehat' dari seorang hamba Allah. Jikalaupun ada yang mengatakan:

'saya hidup dari musik,saya dapat mendekatkan diri pada Tuhan melalui musik,bahkan dengan dan dari musik inilah saya mendapatkan hidayah dalam mengenal Islam,saya sudah cukup merasa tenang dan dengan musik saya lebih khusyuk dalam beribadah'

Saya katakan,

'hati-hatilah saat saudara merasa bahagia,nyaman,khusyuk,tenang dan lebih rajin dalam beribadah NAMUN bukan karena Al-Qur'an dan Sunnah Rasulalloh Salallohu'allaihiwassalam. Karena bukan tidak mungkin,rasa bahagia,tenang,khusyu' yang saudara rasakan hanyalah 'rekayasa' dari talbis Iblis dan tipuan syetan yang merupakan musuh kita yang benar-benar nyata.'

Benar akhi,syetan akan menggoda anak cucu Adam (baca:kita) sampai akhir jaman dengan berbagai cara juga talbis Iblis yang kapan saja,dimana saja yang kita tidak akan dan tidak pula menyadarinya. Adalah musik,ini adalah senjata utama syetan selain sex,harta dan kedudukan. Wow,begitu besar ya saudaraku,peran musik yang dijadikan syetan sebagai senjata utama dalam langkah awal mengeraskan hati anak manusia.Mengapa musik merupakan salah satu senjata utama syetan laknatulloh?
1.Musik adalah hal yang sudah dianggap 'halal' oleh anak cucu Adam.
2.Musik merangkul semua kalangan, anak-anak ,dewasa,  laki-laki, perempuan, muda, orang tua bahkan jangankan setiap negara, setiap daerah pun memiliki 'tradisi' masing-masing dalam bermain musik.
3.Musik begitu flexible dan memiliki jutaan bahkan mungkin milyaran jenis musik,mulai dari rock,pop,dangdut,campursari,jazz,melayu,bawah tanah dan lain sebagainya.Belum lagi dengan perkembangan hasil cangkokan dari berbagai jenis musik,na'udzubillaah!
4.Musik sudah dianggap jalan terbaik untuk dijadikan sebagai ciri khas suatu kelompok,golongan,agama bahkan mati-matian memperjuangkan musik yang diklaim sebagai ciri khas sebuah negara,Ya Allah,sadarkan kami.
5.Musik identik dengan kesenangan,hiburan,gaya hidup dan lahan mencari keuntungan dunia.
Jika kita lihat fitrah kita saudaraku,untuk apa kita diciptakan? apakah untuk bersenang-senang di dunia ini? apakah kita hidup hanya untuk mati sia-sia saja? Tentu tidak saudaraku, Ada tujuan mengapa Allah memberikan kesempatan kita untuk dapat hidup di dunia ini,mengapa diturunkan seorang Rasul Allah? mengapa ada sebuah dosa dan pahala? mengapa Allah memberikan usia kepada kita? mengapa Allah menciptakan kita berbeda satu dengan yang lain?
Betul akhi,agar kita berfikir dan menyadari kebesaran Allah serta saling menasehati dan menyayangi antar sesama atas apa yang telah disampaikan RasulNya,menunjang ibadah kita dalam mengEsakan Allah Subhanahu wa Ta'ala.Tidak lebih akhi.
Kembali pada permasalahan Apakah Musik Itu Haram?,dari deskripsi mengapa musik dijadikan syetan sebagai senjata utama mereka dalam menggoda anak cucu Adam seperti 5 point diatas,tentu kita sadar sesadar-sadarnya bahwa, tidaklah musik itu membawa kita pada kebahagiaan,ketenangan,kekusyu'an melainkan hanya menyesatkan kita pada jalan yang lurus,yaitu jalan fitrah manusia yang benar-benar menginginkan kebahagiaan sejati disisi Tuhannya.Musik hanya akan mengantar kita pada kekerasan hati (sehingga kadang mengalahkan peran Al-Qur'an,ada jin atau syetan yang berperan serta saat kita mendengarkan musik sehingga kita menjadi sulit untuk menerima dan mendengarkan Al-Qur'an).Dan musik hanya akan mengotori hati kita,karena musik mengantar pada bid'ah yang sesat.

Musik Itu Haram Berdasarkan Al-Qur'an dan Sunnah


Allah Ta’ala berfirman:

وَمِنَ النَّاسِ مَن يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَن سَبِيلِ اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ

“Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna sehingga dia menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan.” (QS. Luqman: 6)

Abdullah bin Mas’ud berkata menafsirkan ‘perkataan yang tidak berguna’,  
“Dia -demi Allah- adalah nyanyian.”
Dalam riwayat lain beliau berkata,  
“Itu adalah nyanyian, demin yang tidak ada sembahan yang berhak selain-Nya,” beliau mengulanginya sebanyak 3 kali.

Ini juga merupakan penafsiran dari Ibnu Abbas dan Jabir bin Abdillah dari kalangan sahabat. Dan dari kalangan tabi’in: Ikrimah, Said bin Jubair, Mujahid, Mak-hul, Al-Hasan Al-Bashri, dan selainnya. (Lihat selengkapnya dalam Tafsir Ibnu Katsir: 3/460)

Dari Abu Malik Al-Asy’ari radhiallahu anhu bahwa dia mendengar Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:

لَيَكُوْنَنَّ مِنْ أُمَّتِي أَقْوامٌ يَسْتَحِلُّوْنَ الْحِرَ وَالْحَرِيْرَ وَالْخَمْرَ وَالْمَعازِفَ

“Kelak akan ada sekelompok kaum dari umatku yang akan menghalalkan zina, kain sutra (bagi lelaki), khamar, dan alat-alat musik.” (HR. Al-Bukhari no. 5590)

Kalimat ‘akan menghalalkan’ menunjukkan bahwa keempat hal ini asalnya adalah haram, lalu mereka menghalalkannya.
Lihat pembahasan lengkap mengenai keshahihan hadits ini serta sanggahan bagi mereka yang menyatakannya sebagai hadits yang lemah, di dalam kitab Fath Al-Bari: 10/52 karya Al-Hafizh dan kitab Tahrim Alat Ath-Tharb karya Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullah.


Penjelasan ringkas:

Benarkah Musik,Lagu,Nyanyian itu Haram? [Hukum Musik]

Nyanyian secara mutlak adalah hal yang diharamkan, baik disertai dengan musik maupun tanpa alat musik, baik liriknya berbau maksiat maupun yang sifatnya religi (nasyid).
Hal itu karena dalil-dalil di atas bersifat umum dan tidak ada satupun dalil yang mengecualikan nasyid atau nyanyian tanpa musik.
Jadi nyanyian dan musik ini adalah dua hal yang mempunyai hukum tersendiri.
Surah Luqman di atas mengharamkan nyanyian, sementara hadits di atas mengharamkan alat musik. Jadi sebagaimana musik tanpa nyanyian itu haram, maka demikian pula nyanyian tanpa musik juga haram, karena keduanya mempunyai dalil tersendiri yang mengharamkannya.
Sebagai pelengkap, berikut kami membawakan beberapa ucapan dari keempat mazhab mengenai haramnya musik dan nyanyian:

A.    Al-Hanafiah.

Abu Hanifah rahimahullah berkata,

“Nyanyian itu adalah haram dalam semua agama.” (Ruh Al-Ma’ani: 21/67 karya Al-Alusi)

Abu Ath-Thayyib Ath-Thabari berkata,

“Abu Hanifah membenci nyanyian dan menghukumi perbuatan mendengar nyanyian adalah dosa.” (Talbis Iblis hal. 282 karya Ibnu Al-Jauzi)

B.    Al-Malikiah

Ishaq bin Isa Ath-Thabba’ berkata,

“Aku bertanya kepada Malik bin Anas mengenai nyanyian yang dilakukan oleh sebagian penduduk Madinah. Maka beliau menjawab,

“Tidak ada yang melakukukan hal itu (menyanyi) di negeri kami ini kecuali orang-orang yang fasik.” (Riwayat Al-Khallal dalam Al-Amru bil Ma’ruf wan Nahyu anil Munkar hal. 142, Ibnu Al-Jauzi dalam Talbis Iblis hal. 282, dan sanadnya dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Tahrim Alat Ath-Tharb hal. 98)

Abu Ath-Thayyib Ath-Thabari berkata,

“Adapun Malik bin Anas, maka beliau telah melarang dari menyanyi dan mendengarkan nyanyian. Dan ini adalah mazhab semua penduduk Madinah.” (Talbis Iblis hal. 282)

C.    Asy-Syafi’iyah.

Asy-Syafi’i rahimahullah berkata,

“Aku mendapati di Iraq sesuatu yang bernama taghbir, yang dimunculkan oleh orang-orang zindiq guna menghalangi orang-orang dari membaca AL-Qur`an.” (Riwayat Abu Nuaim dalam Al-Hilyah: 9/146 dan Ibnu Al-Jauzi dalam Talbis Iblis hal. 283 dengan sanad yang shahih)

Taghbir adalah kumpulan bait syair yang berisi anjuran untuk zuhud terhadap dunia, yang dilantunkan oleh seorang penyanyi sementara yang hadir memukul rebana mengiringinya.
Kami katakan:
Kalau lirik taghbir ini seperti itu (anjuran zuhur terhadap dunia) dan hanya diiringi dengan satu alat musik sederhana, tapi tetap saja dibenci oleh Imam Asy-Syafi’i, maka bagaimana lagi kira-kira jika beliau melihat nasyid yang ada sekarang, apalagi jika melihat nyanyian non religi sekarang?!
Syaikh Al-Islam Ibnu Taimiah berkata mengomentari ucapan Asy-Syafi’i di atas,

“Apa yang disebutkan oleh Asy-Syafi’i bahwa taghbir ini dimunculkan oleh orang-orang zindiq adalah ucapan dari seorang imam yang mengetahui betul tentang landasan-landasan Islam. Karena mendengar taghbir ini, pada dasarnya tidak ada yang senang dan tidak ada yang mengajak untuk mendengarnya kecuali orang yang tertuduh sebagai zindiq.” (Majmu’ Al-Fatawa: 11/507)

Ibnu Al-Jauzi berkata,
“Murid-murid senior Asy-Syafi’i radhiallahu anhum mengingkari perbuatan mendengar (nyanyian).” (Talbis Iblis hal. 283)

Ibnu Al-Qayyim juga berkata dalam Ighatsah Al-Luhfan hal. 350,

“Asy-Syafi’i dan murid-murid seniornya serta orang-orang yang mengetahui mazhabnya, termasuk dari ulama yang paling keras ibaratnya dalam hal ini (pengharaman nyanyian).”

Karenanya Ibnu Al-Jauzi berkata dalam Talbi Iblis hal. 283,

“Maka inilah ucapan para ulama Syafi’iyah dan orang-orang yang baik agamanya di antara mereka (yakni pengharaman nyanyian). Tidak ada yang memberikan keringanan mendengarkan musik kecuali orang-orang belakangan dalam mazhabnya, mereka yang minim ilmunya dan telah dikuasai oleh hawa nafsunya.”

D.    Al-Hanabilah

Abdullah bin Ahmad bin Hanbal berkata,

“Aku bertanya kepada ayahku tentang nyanyian, maka beliau menjawab, “Nyanyian itu menumbuhkan kemunafikan di dalam hati, saya tidak menyukainya.” (Riwayat Al-Khallal dalam Al-Amru bil Ma’ruf hal. 142)

Ibnu Al-Jauzi berkata dalam Talbis Iblis hal. 284,

“Adapun nyanyian yang ada di zaman ini, maka terlarang di sisi beliau (Imam Ahmad), maka bagaimana lagi jika beliau mengetahui tambahan-tambahan yang dilakukan orang-orang di zaman ini.”

Kami katakan: Itu di zaman Ibnu Al-Jauzi, maka bagaimana lagi jika Ibnu Al-Jauzi dan Imam Ahmad mengetahui bentuk alat musik dan lirik nyanyian di zaman modern seperti ini?!

Kesimpulannya:

Ibnu Taimiah rahimahullah berkata,

“Imam Empat, mereka telah bersepakat mengharamkan alat-alat musik yang merupakan alat-alat permainan yang tidak berguna.” (Minhaj As-Sunnah: 3/439)



Ibnu Al-Qayyim rahimahullah berkata,

“Hendaknya diketahui bahwa jika rebana, penyanyi wanita, dan nyanyian sudah berkumpul maka mendengarnya adalah haram menurut semua imam mazhab dan selain mereka dari para ulama kaum muslimin.” (Ighatsah Al-Luhfan: 1/350)

Al-Albani rahimahullah berkata dalam Tahrim Alat Ath-Tharb hal. 105 berkata,

“Para ulama dan fuqaha -dan di antara mereka ada Imam Empat- telah bersepakat mengharamkan alat-alat musik, guna mengikuti hadits-hadits nabawiah dan atsar-atsar dari para ulama salaf.”

sumber:http://al-atsariyyah.com/haramnya-nyanyian-dan-alat-musik.html


Wallahu a’lam
(artinya: “Dan Allah lebih tahu atau Yang Maha tahu atau Maha Mengetahui)
“Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu alla ilaha illa Anta astaghfiruka wa atubu ilaik (Maha Suci Engkau ya Allah dan segala puji untuk-Mu. Saya bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah selain Engkau, saya meminta ampunan dan bertaubat kepada-Mu).”
"Wassalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarokatuh,.

Jumat, 04 Oktober 2013

Masbuq Dalam Melaksanakan Shalat ‘Ied


Shalat Iedain (shalat dua hari raya: Iedul Fitri dan Iedul Adha) merupakan bentuk ibadah yang dianjurkan, sebagai ekspresi rasa syukur kita kepada Allah di mana Allah telah memberi kekuatan untuk beribadah sebelumnya. Rasulpun menganjurkan kepada semua ummat Islam untuk menghadiri dan melaksanakannya. Jumhur ‘ulama berpendapat bahwa hukum shalat Ied adalah sunnah muakkadah, yang selalu dijaga oleh Rasul Salallahu ‘Alaihi wasalam dan para Sahabatnya.
 
Adapun tentang masbuq, secara bahasa kata Al Masbuq artinya terdahului oleh orang lain atau tertinggal. Sedangkan secara istilah Fiqh (dalam Ensiklopedia Fiqih terbitan Ministry Awqaf Kuwait), yaitu kondisi seseorang yang tertinggal gerakan imam, tertinggal beberapa rakaat atau semuanya. Atau dengan kata lain, seseorang yang mendapati imam setelah selesai mengerjakan satu rakaat atau lebih.

Dalam shalat Ied, pada rakaat pertama ada takbir 7 kali sebelum membaca Alfatihah, dan di rakat kedua ada takbir 5 kali sebelum membaca Alfatihah. Maka kondisi masbuqnya tergantung dimana kita mendapati imam.

Jika kita mendapati imam saat tahiyat (sebelum salam), berarti kita lanjut berdiri mengerjakan shalat 2 rakaat dengan 7 kali takbir pada rakaat pertama dan 5 kali takbir pada rakaat kedua.
Bila kita mendapati imam dalam posisi ruku’ pada rakaat kedua, dan kita dapat ikut bersama imam menjalankan ruku’ beserta tuma’ninah, maka hitungannya, kita telah mendapati rakaat pertama. Kita hanya meneruskan rakaat kedua. Rakaat kedua dengan 5 kali takbir setelah takbir untuk berdiri.

Tetapi bila kita dapati imam di posisi ruku’ pada rakaat pertama, maka kita tidak ada kewajiban meneruskan rakaat setelah imam salam, karena kita tidak tertinggal apa-apa.
Bila kita mendapati imam setelah salam maka kita belum mendapatkan apa-apa. Jadi seandainya kita pergi ke lapangan atau ke masjid untuk shalat Ied dan ternyata imam sudah selesai, maka kita shalat sendiri dengan takbir 7 kali pada rakaat pertama dan takbir 5 kali pada rakaat kedua.

Hukum bertakbir 7 kali dan 5 kali dalam shalat Ied adalah sunnah, afdhal dan berpahala lebih jika dilakukan, tetapi jika terlupa maka shalat Ied ini tetap sah hukumnya. Sementara madzhab Hanafi berpendapat, jumlah takbir dalam shalat Ied adalah 3 kali pada rakaat pertama setelah takbiratul ihram, dan tiga kali takbir pada rakaat kedua setelah takbir untuk berdiri sebelum membaca Al fatihah.

Apa yang dibaca diantara dua takbir ini? Tidak teriwayatkan adanya dzikir tertentu dari Rasulullah, tetapi riwayat dzikir antara takbir dlam shalat Ied datang dari para ulama salaf rahimahullah. Imama Syafi’i dan Imam Ahmad berpendapat, disunnahkan berdzikir antara takbir shalat Ied, dengan membaca tahmid dan shalawat Nabi, lalu berdo’a sesuka kita. Inipun pendapat yang dikuatkan oleh Ibnu Taimiyah, berdasarkan perkataan Ibnu Mas’ud Radhiallahu’anhu.

Hal ini merupakan perkara lapang, siapa yang tidak berdzikir, maka tidak mengapa, yang berdzikirpun juga boleh. Dapat membaca tahmid, shalawat, dan berdo’a. Jika membaca subhanallah wal hamdulillah wallahuakbar, pun juga bagus juga. Wallahu’alam.
Oleh: Ustadzah Latifah Munawarah, MA (Master bidang Syariah dari Kuwait University)
Sumber: Majalah Al Husna

Wallahu a'lam

Mengapa Salafi Atau Wahabi, Katakanlah Saya Muslim !

Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarokatuh,
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صلى الله عليه وعلى آله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين

'Innalhamdalillaah, nahmaduhu wanasta’inuhu, wanastaghfiruh. Wana’udzubillaahiminsyururi anfusina waminsyay yiati a’malina, may yahdihillahu fala mudzillalah, wamay yut’lil fala hadziyalah. Asyhadu alailahaillallahu wah dahula syarikalah wa assyhadu anna muhammadan ‘abduhu warosuluh.Salallahu'alaihi wa 'ala alihi wa sahbihi wa man tabi'ahum bi ihsanin illa yaumiddiin'.

Fainna ashdaqal hadits kitabaLLAH wa khairal hadyi hadyu Muhammad Salallahu'alaihiwassalam, wa syarral ‘umuri muhdatsatuha, Wa kullu muhdatsatin bid’ah wa kullu bid’atin dhalalah wa kullu dhalalatin fin nar… Ammaba’du

Karena adanya banyak pemahaman keliru dalam memahami Islam yang benar ini,maka nama 'salafy' ini merupakan pemahaman yang didasarkan dengan pemahaman para sahabat Rasululloh yang didapat dari Al-Qur'an dan Assunnah serta ijma'.Itulah sebabnya 'salafi yang mereka tuduh sebagai aliran wahabi sesat' ini tidak menjelaskan oleh siapa dan kapan tanggal berdirinya,syarat apa yang harus dijalankan untuk masuk kedalamnya bahkan pada dasarnya tidak ada kata 'keluar dari salafi/wahabi',karena saat menolak dan 'keluar' dari pemahaman ini,sudah jelas pemahaman yang mereka gunakan adalah baatil.
Karena salafi hanyalah sebuah manhaj untuk menjelaskan kepada umat muslim dari carut marut nya pemahaman Islam yang kini sudah beraneka ragam,disesatkan bahkan dimanfaatkan hanya untuk kepentingan pribadi.Na'udzubillah.

Sadarkah Kita dengan Tanda-tanda Makar Mereka?

Bismillah - bisa dikatakan tahun 2012-2013 ini muslim Indonesia menemui kesenjangan sekaligus sebuah ketegangan 'ideologi' atau perdebatan pemahaman yang telah meruncing antar sesama muslim.
Ini ada hubungannya dengan propaganda dan konspirasi kaum kuffar yang didukung dengan teknologi media yang makin pesat.

Adalah 'Salafy atau Salafi sebuah nama yang seakan menjadi momok menakutkan justru bagi sebagian muslim yang sudah malang melintang dalam ilmu agama Islam.

Pasalnya,orang-orang 'salafy atau salafi' yang mana sering dijuluki dengan sebutan 'wahaby atau wahabi' ini seringkali menuduh sesat (mengkafirkan) golongan yang lain dan selalu merasa paling benar.

Berbagai media dakwah seperti radio dan internet turut serta mewarnai dakwah 'salafy/salafi atau wahaby/wahabi'  yang semakin marak di tahun 2012-2013 ini.

Bagaimana sikap mereka para 'penentang salafi/salafy' ?

'Pedang dibalas dengan pedang,darah dibalas dengan darah' ,itulah gambaran ketegangan ideologi muslim Indonesia saat ini.
Radio dakwah dilawan dengan radio dakwah,dunia maya pun seakan tak pernah sepi dari warna perdebatan antara salafi/salafy dengan para penentangnya.

Ketegangan dari berbagai media terkhusus dunia maya pun akhirnya mewujudkan impian para konspirator sehingga dari 'pengagungan tahlilan' yang marak di televisi sampai 'tabligh akbar' pun berapi-api dalam 'menumpas' paham 'salafy wahabi' ini.

Memang ada apa dengan 'salafi wahaby' ini? Ajaran apa yang mereka sampaikan? Apakah mereka golongan yang sesat dan menyesatkan? Mengapa harus salafy wahabi? Kenapa tidak katakan 'saya adalah seorang muslim bukan seorang salafy wahaby'?
Jika kita bertanya kepada seseorang:
'Apa agamamu?'
Lalu dia menjawab:
'Agamaku adalah Islam'
Tak terbersitkah dalam hati kita 'Islam yang mana?' Karena seperti kita tahu fakta bahwa golongan2 dalam islam di Indonesia itu benar adanya,ini bisa kita lihat dengan adanya paham NU,Muhammadiyah,Asy'ariyah dan lain sebagainya.
Lalu 'salafy wahaby' ini? Apakah merupakan sebuah golongan,sekte,aliran atau apa? Mengapa hampir dari semua golongan dalam Islam bahkan 'ulama sejagad' menghujat 'faham salafi wahabi' ini?

Ada apa dengan salafy?

Betul akhi,kenapa salafy? karena sebenarnya nama ini hanyalah sebuah 'metode suatu manhaj',karena jika kita katakan 'Islam saja',tentu Islam ini ada banyak pemahaman bukan?
Lagi,jika kita katakan 'Islam yang biasa saja seperti pada umumnya',akan menimbukan sebuah pertanyaan baru 'apakah Islam yang biasa itu Islam yang menghalalkan yang Allah telah haramkan seperti fenomena umat muslim saat ini?'

Lalu pemahaman Islam yang mana yang konsisten terhadap Islam yang benar?

Inilah mengapa adanya 'metode manhaj' untuk membedakan paham mana yang benar dan paham mana yang harus ditinggalkan.
Karena adanya banyak pemahaman keliru dalam memahami Islam yang benar ini,maka nama 'salafy' ini merupakan pemahaman yang didasarkan dengan pemahaman para sahabat Rasululloh yang didapat dari Al-Qur'an dan Assunnah serta ijma'.Itulah sebabnya 'salafi yang mereka tuduh sebagai aliran wahabi sesat' ini tidak menjelaskan oleh siapa dan kapan tanggal berdirinya,syarat apa yang harus dijalankan untuk masuk kedalamnya bahkan pada dasarnya tidak ada kata 'keluar dari salafi/wahabi',karena saat menolak dan 'keluar' dari pemahaman ini,sudah jelas pemahaman yang mereka gunakan adalah baatil.
Karena salafi hanyalah sebuah manhaj untuk menjelaskan kepada umat muslim dari carut marut nya pemahaman Islam yang kini sudah beraneka ragam,disesatkan bahkan dimanfaatkan hanya untuk kepentingan pribadi.Na'udzubillah.
Salafy bukan sebuah sekte atau golongan,bukan sebuah aliran atau organisasi,salafy adalah Islam itu sendiri (ajaran Islam yang dibawakan oleh Nabi Muhammad Salallohu 'alaihi wassalam sebagai nabi akhir zaman).

Apa yang manhaj salaf ini tekankan?

Ya,seperti asal apa tujuan Islam ini diturunkan yakni menegakkan tauhid 'sembahlah Allah tiada illah yang berhak disembah kecuali Dia (mengEsakan Allah dari aqidah juga amaliah) sesuai dengan pemahaman para sahabat,tabi'in,tabi'ut tabi'in dan yang mengikutinya serta ijma' para ulama salaf'.
Bukankah semua firqoh yang ada telah menekankan hal yang sama dalam mentauhidkan Allah? Jawabanya adalah 'tidak'.
Karena sebuah ukuran kebenaran jika bertentangan dengan Al-Qur'an,Assunnah bahkan dengan fitrah manusia pastilah sesat adanya.
Arti kata 'sesat' diatas bukan identik dengan kesesatan sebuah pemahaman memuja gaya hidup liberalis (iblis) yang sudah jelas merupakan kesesatan yang nyata,melainkan pemahaman yang seakan baik namun menggiring manusia pada kekufuran.

Mengapa Salafi/Wahabi,Katakanlah Saya Muslim! - perhatikan saudara-saudariku,sekecil apapun sebuah 'bid'ah' akan berpotensi menjauhkan seorang hamba Allah dari ilmu tauhid.Umat Islam harus jeli terhadap berbagai makar kesesatan yang dibungkus dengan kebaikan.
Dan ilmu ini hanya akan kita dapat dengan cara menerapkan ajaran Islam sesuai dengan pemahaman para salafus shalih.

Kendati demikian,masih banyak umat muslim yang kurang begitu jeli terhadap berbagai makar kesesatan yang justru akan memerangi Islam itu sendiri.

Salafi harus berani,selama ini umat muslim telah di 'nina bobo' kan dengan berbagai hal dan ritual kesesatan yang justru akan mengotori hati,membuat mental cengeng dan menggiring menjadi budak iblis.
Inti dari artikel ini adalah bahwa sebagai seorang umat muslim hendaknya kita berusaha berdo'a & istiqomah,ikhlas,bersyukur,selalu khuznudzon (berprasangka baik),ikhtiar dan bersabar,menjauhi bid'ah serta mentauhidkan Allah yang serba maha,berdasar pada pemahaman generasi terbaik.Insya Allah.


Wallahu a’lam
(artinya: “Dan Allah lebih tahu atau Yang Maha tahu atau Maha Mengetahui)
“Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu alla ilaha illa Anta astaghfiruka wa atubu ilaik (Maha Suci Engkau ya Allah dan segala puji untuk-Mu. Saya bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah selain Engkau, saya meminta ampunan dan bertaubat kepada-Mu).”
"Wassalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarokatuh,.

Jumat, 06 September 2013

Pentingnya Amalan Dalam Hati


Dari An-Nu’man bin Basyir beliau berkata, “Aku mendengar Rasulullah bersabda: “Ketahuilah, sesungguhnya dalam tubuh manusia ada segumpal daging, jika segumpal daging itu baik, maka akan baik seluruh tubuh manusia, dan jika segumpal daging itu buruk, maka akan buruk seluruh tubuh manusia, ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati manusia.” (Muttafaqun’alaih)
Hadits yang agung ini menunjukkan besarnya keutamaan memperbaiki amalan hati, karena kebaikan dan keburukan seluruh anggota badan mengikuti kebaikan dan keburukan hati manusia[1]. Dalam hadits lain yang semakna, Rasulullah bersabda: “Takwa itu (terletak) di sini“, dan beliau menunjuk ke dada (hati) beliau tiga kali. (HR. Muslim no.2564)
Beberapa faedah penting hadits ini:
  • Yang dimaksud dengan amalan hati adalah cinta, takut, berharap, berserah diri, yakin, ridha dan lain-lain, yang semua ini tidak pantas ditunjukan kecuali kepada Allah semata-mata.
  • Mengusahakan perbaikan amalan hati lebih baik baik seorang hamba daripada amalan anggota badan, karena amalan hatilah yang membedakan orang-orang yang benar dalam keimanannya dari orang-orang yang dusta (munafik) [2].
  • Imam Nawawi berkata, “Dalam hadits ini terdapat (anjuran) yang kuat untuk (selalu) mengusahakan perbaikan (amalan) hati dan menjaganya dari kerusakan (keburukan)” [4]
    -Imam Ibnul Qayyim berkata, “Ketahuilah, sesungguhnya seorang hamba hanyalah mampu melalui tahapan-tahapan perjalanan menuju (ridha) Allah dengan hati dan keinginan yang kuat, bukan (cuma sekedar) dengan (perbuatan) anggota badannya. Dan takwa yang hakiki adalah takwa (dalam) hati dan bukan takwa (pada) anggota badan (saja). Allah berfirman yang artinya, “Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.” (QS. al-Hajj/22:32″) (Al-Fawaid hlm. 185)
  • Hadits ini tidak menunjukkan bahwa amal anggota badan tidak berguna dan tidak perlu diusahakan perbaikannya, akan tetapi maksud dari hadits ini adalah bahwa amal perbuatan yang tampak pada anggota badan manusia, tidak mesti ditujukan untuk mencari ridha Allah semata. Lihatkan kaum munafikin di masa Rasulullah misalnya, mereka menampakkan Islam secara lahir, untuk melindungi diri mereka dari kaum Muslimin, padahal dalam hati mereka tersimpan kekufuran dan kebencian yang besar terhadap Islam. Tentang makna hadits kedua di atas, Imam Nawawi berkata: “Artinya: sesungguhnya amalan perbuatan yang tampak (pada anggota badan) tidaklah (mesti) menunjukkan adanya takwa (yang hakiki pada diri seseorang), akan tetapi takwa (yang sebenarnya), akan tetapi takwa (yang sebenarnya) terwujud pada apa yang terdapat dalam hati (manusia), berupa pengagungan, ketakutan dan (selalu) merasakan pengawasan Allah[4].*”
  • Hati manusia ibarat raja, sedang seluruh anggota badan ibarat bala tentaranya. Maka, kalau sang raja baik, semua bala tentaranya akan baik, dan kalau dia buruh, semua bala tentaranya akan buruk[5].
  • Allah tidak akan menerima seseorang yang menghadap-Nya kecuali dengan membawa hati yang selamat (bersih). Allah berfirman yang artinya: (Yaitu) di hari harta dan anak laki-laki tidak berguna. Kecuali orang-orang yang menhadap Allah dengan hati yang bersih. (QS. asy-Syuara’/26:89).
  • Hati yang bersih adalah hati yang hanya dipenuhi dengan kecintaan kepada Allah dan segala sesuatu yang dicintai-Nya, serta rasa takut kepada-Nya dan takut terjerumus kepada segala sesuatu yang dibenci-Nya[6]
Oleh Ustadz Abdullah bin Taslim al-Buthoni, MA Dari Majalah As-Sunnah No. 06/Thn XVI, DzulQa’dah 1433 H, Oktober 2012 M
Catatan kaki:
[1] Lihat keterangan Imam an-Nawawi dalam syarh Shahih Muslim 11/29
[2] Lihat Badai’ul Fawaid 3/710
[3] Syarhu Shahihi Muslim 11/29
[4] Syarh Shahih Muslim 6/121
[5] Lihat Jami’ul wal Hikam hlm 74.
[6] Lihat Jami’ul wal Hikam hlm 74.


Wallahu a’lam

(artinya: “Dan Allah lebih tahu atau Yang Maha tahu atau Maha Mengetahui)