Halaman

Cahaya Pengetahuan Muslim

Selasa, 21 Oktober 2014

Meluruskan Tentang Haji Akbar





Ada orang yang pulang dari ibadah haji berucap: "Alhamdulillah, saya dapat kesempatan haji pas haji akbar." Sementara sebagian orang yang menyambut tidak kalah ramahnya dalam bertutur : "Selamat datang, anda baru saja kembali dari haji akbar." Kedua kalimat pernyataan di atas menggambarkan anggapan / pengertian di tengah masyarakat pada umumnya, bahwa haji akbar adalah haji yang wukufnya jatuh pada hari Jum'at. Memang benar ada hadits yang meriwayatkan bahwa haji yang wukufnya jatuh pada hari Jum'at memiliki fadhilah pahala lebih utama dibanding yang wukufnya jatuh pada hari selain Jum'at. Tapi benarkah dinamakan  haji akbar itu karena wukufnya pas hari Jum'at ? Mari kita telusuri asal-usul istilahnya.
Awal Kisah
Berasal dari firman Allah dalam Surah At-Taubah : 3.

  وَأَذَٲنٌ۬ مِّنَ ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦۤ إِلَى ٱلنَّاسِ يَوۡمَ ٱلۡحَجِّ ٱلۡأَڪۡبَرِ أَنَّ ٱللَّهَ بَرِىٓءٌ۬ مِّنَ ٱلۡمُشۡرِكِينَ‌ۙ وَرَسُولُهُ ۥ‌ۚ فَإِن تُبۡتُمۡ فَهُوَ خَيۡرٌ۬ لَّڪُمۡ‌ۖ       
  وَإِن تَوَلَّيۡتُمۡ فَٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّكُمۡ غَيۡرُ مُعۡجِزِى ٱللَّهِ‌ۗ وَبَشِّرِ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ

Dan [inilah] suatu permakluman dari Allah dan Rasul-Nya kepada umat manusia pada hari haji akbar, bahwa sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya berlepas diri dari orang-orang musyrikin. Kemudian jika kamu [kaum musyrikin] bertaubat, maka bertaubat itu lebih baik bagimu; dan jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu tidak dapat melemahkan Allah. Dan beritakanlah kepada orang-orang kafir [bahwa mereka akan mendapat] siksa yang pedih.
Untuk dapat mengurai makna dari haji akbar, saya akan mencoba menggunakan jalur tafsir, yakni dua kitab tafsir yang membahas khusus masalah ini.
Tafsir Ibnu Katsir
  •  يَوۡمَ ٱلۡحَجِّ ٱلۡأَڪۡبَرِ ("pada hari haji akbar"), yakni hari penyembelihan hewan kurban (tanggal 10 Dzulhijjah), hari yang paling mulia, paling menonjol, dan yang paling banyak manusia berkumpul padanya diantara hari-hari pelaksanaan haji.
  • Imam Bukhari juga meriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya ia berkata: "Abu Bakar r.a. telah mengutusku bersama dengan mereka yang ditugaskan untuk menyampaikan kabar pemutusan hubungan pada hari Nahr di Mina, yang isi pernyataannya adalah bahwa setelah tahun ini orang-orang musyrik  tidak boleh berhaji dan berthawaf di Ka'bah dengan telanjang. Yang dimaksud dengan haji akbar adalah hari Nahr. Dinamakan "akbar" adalah untuk menyanggah sebutan manusia saat itu dengan "haji asghar" (haji kecil, yakni umrah) Maka Abu Bakar menyampaikan apa yang Rasulullah saw. perintahkan padanya pada tahun itu. Sehingga di tahun berikutnya yakni saat hajjatul wada' (haji perpisahan), dimana Rasulullah saw berhaji padanya, tidak ada satu orang musyrikpun yang ikut melaksanakannya, " Riwayat di atas adalah redaksi periwayatan al-Bukhari dalam kitaabul jihaad.
Tafsir Al-Misbah
  • Firman-Nya  يَوۡمَ ٱلۡحَجِّ ٱلۡأَڪۡبَرِ diperselisihkan maknanya oleh ulama setelah sebelumnya sepakat bahwa itu terjadi pada tahu ke-9 Hijriyah pada hari pelaksanaan ibadah haji. 
  • badah haji yang terlaksana pada bulan Dzulhijjah dinamai Haji Akbar, sedang umrah yang dapat dilaksanakan sepanjang tahun dinamai Haji Asghar (Haji Kecil). Ada yang memahami pengumuman itu dilaksanakan sepanjang hari -hari ibadah haji - katakanlah mulai tanggal 8 Dzulhijjah sampai tanggal 13 Dzulhijjah. Ini pendapat Sufyan ats-Tsauri. Ada lagi yang berpendapat  bahwa pengumuman itu hanya sehari, yakni pada hari wukuf di Arafah tanggal 9 Dzulhjjah, ini adalah pendapat Abu hanifah dan Syafi'i, sedang Malik, Thabari dan Bukhari berpendapat bahwa pengumuman tersebut terlaksana pada hari Nahar. yakni hari pertama penyembelihan kurban, yakni tanggal 10 Dzulhijjah.
  • Seperti terbaca di atas, semua pendapat mengaitkan Haji Akbar dengan pelaksanaan ibadah haji, baik itu diartikan hari wukuf, atau lebaran/pemyembelihan kurban maupun hari-hari pelaksanaan ibadah haji. Ini berarti bahwa Haji Akbar terjadi setiap tahun, bukan seperti pendapat populer dalam masyarakat yang memahami Haji Akbar hanya bila wukur di Arafah terjadi pada hari Jum'at saja. Tidak ditemukan pendapat seorang ulama pun yang memahami makna Haji Akbar seperti pemahaman masyarakat umum itu.
  • Memang jatuhnya wukuf pada hari Jum'at merpakan satu keistimewaan, karena ketika itu berkumpul dua hari raya, yakni hari wukuf dan hari Jum'at apalagi - Haji Wada' yang dilaksanakan oleh Nabi saw. pun bertepatan wukufnya dengan hari Jum'at. Dan memang ditemukan juga riwayat yang menyatakan bahwa: "Seutama-utama haji adalah hari Arafah dan apabila ia bertempatan dengan hari Jum'at, maka (haji ketika itu) lebih utama daripada 70 haji yang wukufnya selain hari Jum'at." Namun riwayat hadits ini lemah - karena dalam rangkaian periwayatannya terdapat nama Thalhah Ibnu 'Ubaidillah, seorang yang tidak pernah bertemu dengan Nabi Muhammad saw. Kalaupun haditsnya dapat diterima namun sekali lagi itu semua, tidak menjadikan apa yang dinamai Haji Akbar hanya yang wukufnya bertepatan dengan hari Jum'at.
Kesimpulan
  1. Istilah haji akbar adalah kata lain dari hari nahr/hari penyembelihan hewan kurban/ tanggal 10 Dzulhijjah. Hal ini diperkuat dengan beberapa hadits, diantaranya: Ali bin Abi Thalib pernah bertanya kepada Rasulullah saw. tentang hari Haji Akbar. Rasulullah saw. menjawab   فَقَالَ: يَوْمَ النَّحْرِ ,(Haji Akbar) itu adalah hari Nahr.” (HR. Tirmidzi). Abu Daud meriwayatkan dengan sanad yang shahih, bahwa Rasulullah saw. ketika melaksanakan haji, beliau berhenti di antara tempat melempar jumrah pada hari Nahr, lalu beliau bertanya, “Hari apa ini?” Mereka menjawab, “Hari Nahr.” Maka Rasulullah berkata, “Ini adalah Haji Akbar. Pada riwayat lain disebutkan dari jalan Abu Hurairah bahwasanya ia berkata, “Haji Akbar adalah pada hari Nahr.”
  2. Setiap ibadah haji di musim haji pada bulan Dzulhijjah adalah haji akbar, penyebutan akbar adalah untuk membedakan dengan umrah (haji asghar) yang bisa dilaksanakan sepanjang tahun.
  3. Fakta Sejarah: Turunnya ayat tentang haji akbar (Surah At-Taubah: 3) terjadi pada tahun ke-9 Hijriyah yang wukuf musim hajinya jatuh bukan  pada hari Jum'at. Setahun berikutnya, yakni pada tahun ke-10 Hijriyah, saat Rasulullah saw. melaksanakan haji wada' barulah bertepatan wukuf jatuhnya pada hari Jum'at.
Wallahu a'lam. 




                      ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ                        

  “Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

Kamis, 04 September 2014

Amir Al-Qaeda Anak Benua India, Ashim Umar adalah mantan komandan Taliban

Pembentukan Al-Qaeda di Anak Benua India dan diperkenalkannya Ashim Umar sebagai amirnya menyoroti hubungan dekat antara Al-Qaeda dan kelompok Taliban di Afghanistan dan Pakistan. Al-Qaeda bersatu dalam jihad bersama kedua kelompok Taliban itu dalam melawan pemerintah sekuler Afghanistan dan Pakistan.



Al-Qaeda telah mempromosikan Ashim Umar, Amir baru Al-Qaeda di anak benua India, dalam beberapa pernyataan yang dirilis oleh As-Sahab, media resmi Al-Qaeda, dalam dua tahun terakhir. Asim Umar sebelumnya diidentifikasi oleh Al-Qaeda sebagai komandan dalam Gerakan Taliban di Pakistan, sebuah kelompok jihad yang terkait erat dengan Al-Qaeda, dalam sebuah video yang dirilis oleh As-Sahab pada Juli 2013.
Dalam video tersebut, Ashim Umar menyerukan umat Islam India untuk berpartisipasi dalam “jihad global untuk memberikan tekanan terakhir untuk peruntuhan bangunan Amerika.”
Ashim Umar juga menyatakan AS sebagai musuh utama dan berkata “hidup dipersembahkan dalam jihad ini untuk mengalahkan Amerika dan sekutunya di mana pun.”
Dia menyampaikan mengenai jihad yang berkembang di Suriah, dan mengatakan bahwa “setelah Irak, bendera hitam Khurasan tengah menuju Suriah.” Khurasan adalah wilayah di Asia yang meliputi Afghanistan dan Pakistan, dan dianggap sebagai medan pertempuran kunci Al-Qaeda.
Ashim Umar juga menunjukkan dalam pidato itu bahwa Al-Qaeda tengah berintegrasi dengan kelompok-kelompok jihad lainnya dan berjihad ke Suriah.
“Al-Qaeda dan Mujahidin lainnya telah mengambil kepemimpinan gerakan ini di tangan mereka sendiri,” katanya. “Beberapa kelompok telah pergi ke Suriah dari Afghanistan dan memimpin Jihad di sana.”
Dalam sebuah “wawancara terbuka” dengan Ashim Umar yang dirilis pada bulan April 2014, dia diidentifikasi sebagai pejabat senior syariah Al-Qaeda di Pakistan.
Al-Qaeda di Benua India adalah cabang terbaru dari kelompok jihad global, seperti halnya kelompok jihad resmi Jabhah Nushrah di Suriah dan Asy-Syabaab di Somalia dan Afrika Timur. Keduanya telah mengumumkan secara resmi baiat mereka kepada Al-Qaeda pusat pimpinan Syaikh Aiman Az-Zhawahiri.

Syaikh Aiman Az-Zhawahiri: Al-Qaeda Anak Benua India akan membela Muslim yang tertindas di India, Burma, Bangladesh, Assam, Gujurat, Ahmedabad, dan Kashmir



Tanzhim Qa’idatul Jihad atau yang lebih dikenal sebagai Al-Qaeda telah mengumumkan pembentukan cabang baru, yang disebut “Qa’idatul Jihad di Anak Benua India.” Kelompok ini bertanggung jawab kepada Mullah Omar, pemimpin Taliban Afghanistan, dan dipimpin oleh seorang mantan komandan dalam Gerakan Taliban di Pakistan yang juga menjabat sebagai pejabat syariah di cabang Al-Qaeda di Pakistan.

Tujuan utama dari Al-Qaeda di Anak Benua India adalah sama dengan Al-Qaeda pusat, yaitu untuk membangun kekhalifahan global dan menerapkan syariah, atau hukum Islam.
As-Sahab, media resmi Al-Qaeda, merilis sebuah video berdurasi 55 menit 38 detik terkait pembentukan Al-Qaeda di Anak Benua India pada Rabu (3/9/2014). Video, yang kemudian dirilis di berbagai situs video internet, termasuk YouTube, memaparkan penyampaian Syaikh Aiman Az-Zhawahiri serta Ashim Umar, Amir Al-Qaeda di Anak Benua India, dan Usama Mahmoud, juru bicara kelompok itu.

“Sebuah cabang baru Al-Qaeda didirikan dan Qa’idatul Jihad di Anak Benua India berusaha untuk mengibarkan bendera jihad, mengembalikan pemerintahan Islam, dan menegakkan Syariah Allah di Anak Benua India,” kata Syaikh Aiman dalam pembukaan video tersebut.
Syaikh Aiman mengatakan, kelompok itu sudah dipersiapkan selama bertahun-tahun, terdiri dari “prajurit Imarah Islam (Taliban Afghanistan)” dan akhirnya melapor kepada Mullah Omar.
“Entitas ini bukan didirikan hari (Rabu) ini, tapi ini adalah buah dari upaya yang diberkahi selama lebih dari dua tahun untuk mengumpulkan mujahidin di Anak Benua India menjadi satu kesatuan untuk bersama kelompok utama, Qa’idatul Jihad, dari tentara Imarah Islam dan amirnya yang berjaya, dengan izin Allah, Amir Mukminin Mullah Muhammad Omar Mujahid,” kata Syaikh Aiman yang telah memperbaharui baiatnya kepada Mullah Omar dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada bulan Juli tahun ini.
“Ini adalah sebuah entitas yang dibentuk untuk menyebarluaskan seruan Imam Syaikh Usamah bin Ladin, semoga Allah merahmatinya, untuk menyeru umat untuk menyatukan untaian kalimat Tauhid, melakukan jihad melawan musuh-musuhnya, untuk membebaskan negerinya, untuk memulihkan kedaulatannya, serta untuk menghidupkan kembali kekhalifahannya,” lanjut Syaikh Aiman dalam video tersebut.
Syaikh Aiman mengatakan, kelompok itu akan membela “[Muslim yang] tertindas di Anak Benua India, di Burma, Bangladesh, Assam, Gujurat, Ahmedabad, dan Kashmir …” dan “saudara-saudara kalian di Qa’idatul Jihad tidak melupakan kalian dan bahwa mereka melakukan apa mereka bisa untuk menyelamatkan kalian dari ketidakadilan, penindasan, penganiayaan, dan penderitaan."

Rabu, 20 Agustus 2014

Selamatkan Palestina



Tragedi kemanusiaan yang terjadi di Gaza Palestina, membuat kita gemas, marah, sedih semua perasaan berkecamuk menjadi satu. Menyaksikan adegan-adegan di media masa atas kekejaman Zionis Israel laknatullah terhadap rakyat Palestina. Seperti diberitakan di media masa hari Rabu (20/8/2014). Sirene mengaum dahsyat di Gaza tanpa henti. Drone-drone, pesawat udara Israel melayang-layang di langit Gaza. Bom jatuh, dan korban pun jatuh. Israel beralibi Hamas harus membayar atas matinya tiga orang remaja Israel beberapa pekan yang lalu sebelumnya. Tapi “Hamas” itu bagi Israel berarti rakyat Palestina di Gaza. Tanpa pandang bulu.

Kekejaman Isreal semakin membabi buta, anak-anak dan perempuan Gaza menjadi korban serangan yang paling banyak. Baju dan kulitnya compang-camping karena hantaman peluru-peluru tentara Israel. Di berbagai tempat terdengar tangisan, ya tangisan karena ditinggal mati oleh orang-orang terdekat. Mereka yang telah syahid karena terbunuh atas peluru-peluru dan roket-roket Israel tampak meninggalkan orang-orang sekitarnya dengan wajah yang tenang.
Tentara Israel tiada hentinya menggempur pemukiman warga palestina. Gempuran tersebut menggunakan rudal dari Pesawat Jet F-16 dan helikopter tempur yang dipasok dari tuannya yaitu Amerika. Bukan sekali ini saja Zionis Israel menggempur bumi Gaza, dan itu akan terus diingat oleh generasi-generasi mendatang.

Bau hangus tercium dan darah tercecer di mana-mana. Kerusakan rumah, mobil, motor seakan menjadi pemandangan yang begitu menyayat hati. Istri-istri yang menangis karena ditinggal suami dan anak-anaknya, semua itu sungguh menyakitkan terlebih dilakukan dengan sangat brutal, sampai kapan Israel terus menerobos batas-batas kemanusiaan? Walaupun dunia internasional mengecam aksi brutal Israel semua itu tidak membuat Zionis laknatullah itu menghentikan aksinya tapi malah semakin membabi buta.

Anak-anak dan perempuan korbannya
Tragedi kemanusiaan di mana pun selalu anak-anak dan perempuan yang menjadi korban.  dan meningkatkan jumlah keseluruhan warga tewas di Gaza setelah berlangsungnya lima puluh hari serangan menjadi 2.016 orang. Lebih dari 10.196 orang mengalami luka-luka.

Perempuan Palestina dan anak-anak adalah bagian yang tidak terpisahkan dari jihad. Anak-anak itulah yang kelak akan menjadi mujahid-mujahid yang akan menghancurkan Zionis laknatullah Israel. Hal inilah yang mendorong Israel membabi buta membunuh mereka. Dalam kondisi pelayanan kesehatan yang buruk, kondisi hidup yang serba sulit, mereka tidak lelah mencetak mujahid-mujahid baru. Anak-anak itu mereka didik dan tanamkan kecintaan terhadap jihad dan mati syahid. Maka anak-anak Palestina tidak pernah merasa takut berhadapan dengan tentara Israel sekalipun hanya bersenjatakan batu.

Akar persoalan
Sesungguhnya tragedi ini berpijak pada persoalan Aqidah, syariah, dan politik (Islam vs kufur Yahudi), bukan masalah konflik dua negara, sehingga perdamaian sebagai solusi.Mengingatkan sejarah bahwa Palestina adalah bagian dari negeri muslim, haram bagi siapa pun untuk merampasnya. Sejak pemerintahan Khalifah Umar bin Khaththab ra, kaum Muslimin diamanahi melindungi kaum Nasrani dari ancaman Yahudi dengan mencegah Yahudi tinggal di Palestina. Hal itu dituangkan dalam Perjanjian Umariyah/Perjanjian Illiya tatkala penduduk Palestina yang semuanya Nasrani menyerahkan secara sukarela tanahnya kepada kaum Muslimin.

Melalui perjanjian Umariyah disepakati bahwa selain Muslim, hidup juga berdampingan secara damai dengan orang Nasrani di Palestina. Tetapi juga harus diingat dalam perjanjian Umariyah itu orang Yahudi tidak boleh tinggal di Palestina.
Secara politis, tentang makar Yahudi yang mendirikan negeri zionis Israel. Sejak awal pendiriannya, keberadaan negara Israel tidak lepas dari kepentingan negara-negara imperialis Barat, terutama Inggris dan Amerika Serikat.

Secara syariah Islam jelaslah Islam juga mengharamkan kolonialisme dan pembantaian, dan Islam juga anti penjajahan, apalagi itu terhadap tanah milik kaum Muslimin, tanah wakaf, tanah kharajyiah. Pembantaian umat yang dilakukan Israel juga adalah kezaliman luar biasa, apalagi korbannya adalah anak-anak dan perempuan.
Maha benar Allah dalam firmanNya :
Dan sesungguhnya, telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rejeki dari yang baik-baik, dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna, atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.” (QS:.Al Isra : 70)

Sesungguhnya hilangnya dunia (dan seisinya) benar-benar lebih ringan bagi Allah ketimbang terbunuhnya seorang Muslim. (HR at-Tirmidzi)

Untuk menyelamatkan perempuan dan anak-anak Palestina, terbelenggu oleh sekat nation state – egoistis nasionalis penguasa muslim di sekitar Palestina. Nasionalisme adalah musuh umat Islam, racun berbahaya, penghalang persatuan umat. Contohnya, Mesir hanya membuka perbatasan untuk menolong yang cidera dalam beberapa jam lalu ditutup lagi; Nasionalisme menghalangi setiap negara untuk mengirim bantuan tentara karena prinsip Politik Luar Negeri yang dianut, kalaupun mengirim tentara maka tunduk dalam genggaman PBB yang mendukung eksistensi Israel.

Bantuan do’a, dana, dan materi lainnya, secara realitas diperlukan. Namun bukan solusi persoalan. Akhirnya lebih focus pada menolong korban dengan tetap membiarkan si pelaku melakukan tindakan keji (pembunuhan massal) secara bebas.

Perempuan dan anak-anak (genoside) yang menjadi korban serangan Israel di Gaza, tidak mendapatkan respon yang menghebohkan dunia (LSM dan Dunia Internasional lainnya) sebagaimana yang terjadi pada Malala dan Piala Dunia FIFA 2014. Standar Ganda Barat dalam mensikapi HAM untuk kaum muslimin (dibiarkan tidak mendapatkan hak-haknya mulai hak hidup, mendapatkan pendidikan, perlindungan dan lainnya).

Solusi
Jelaslah tragedi Gaza buah dari konspirasi Barat/Imperialis untuk menghancurkan Islam dan Kaum Muslimin, dengan menggunakan solusi national state/kemerdekaan bagi palestina. Solusi ini akan menjauhkan kebutuhan umat terhadap persatuan kaum muslimin dalam naungan Daulah Khilafah.

Usulan perdamaian, tidak menyelesaikan masalah. Harus diingat bahwa tabiat orang yahudi selalu ingkar janji. Dia akan menawarkan damai jika tujuannya sudah tercapai, jika persenjataannya sudah habis, dan dalam waktu perjanjian itu dia menyusun strategi baru dan persediaan senjata baru. Dari dahulu selalu berulang hal yang sama, menawarkan gencatan senjata dia pula yang mengingkari.

Tragedi palestina membutuhkan solusi yang kongkrit, tragediy yang terjadi adalah karena ketiadaan Khilafah yang melindungi kaum muslim. Untuk itu, tegaknya khilafah menjadi suatu kewajiban. Jihad yang dilakukan secara personal atau kelompok untuk menyelamatkan Palestina masih belum cukup. Sangat membutuhkan pengerahan tentara-tentara dari negeri-negeri muslim seluruh dunia yang berjumlah besar untuk bersatu menyelamatkan Palestina sebagai bagian dari masalah kaum muslimin. Sehingga sangat mendesak untuk dicabutnya Nasionalisme dari benak kaum muslimin (rakyat, tentara maupun penguasa).

Negeri-negeri bila bersatu dalam Naungan Khilafah Islamiyah memiliki kekuatan yang luar biasa untuk menaklukan Israel maupun pendukungnya. Hal ini mencakup tentara jumlah besar, peralatan perang dan senjata yang berimbang bahkan lebih.

Khilafah Islamiyah sebagai perisai (junnah) bagi rakyatnya, tidak ada satu wilayah maupun individu rakyatnya (termasuk perempuan maupun anak-anak) yang dibiarkan terbunuh. Perempuan yang melahirkan generasi dan anak-anak calon pemimpin di masa mendatang mendapatkan perlindungan keamanan yang utuh dalam naungan khilafah. Peperangan yang dilakukan oleh Khilafah beradab dibandingkan perang saat ini di era modernisasi penuh dengan kebiadaban yang menyerang penduduk sipil dan orang lemah, rumah ibadah, sekolah, pasar, dan lain-lain. Wallâhu a’lam bish-shawâb.

Sabtu, 09 Agustus 2014

Bendera Hitam Bertuliskan Kalimat Tauhid Adalah Milik Islam dan Kaum Muslimin



Terkait dengan maraknya isu ISIS yang dihembuskan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) dan “dijelekan” oleh media massa nasional sedemikian rupa, berimbas kepada pelecehan bendera Tauhid (Laa Ilaaha Illallah).
Untuk itu Aliansi Masyarakat Amar Ma’ruf Nahi Munkar (ALMANAR) menegaskan bahwa bendera Tauhid adalah bendera Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasalam, bendera Islam dan umat Islam dimana saja, bukan hanya bendera ISIS.

“Karena arti dan makna dari bendera tersebut sangatlah mulia dan inti dari dakwah para Nabi dan Rasul,” Koordinator ALMANAR Ustadz Andi Mulya Al Gapaz, Jumat.
Dia meminta umat Islam di Indonesia untuk tidak terjebak ikut-ikutan dalam melecehkan bendera tauhid tersebut. Karena sama saja hukumnya melecehkan Dienul Islam.
“Jikalau tidak simpati dengan ISIS dan aktifitas para pendukung ISIS di Indonesia, jangan kemudian melampiaskannya dengan melecehkan bendera Tauhid,” sambung ustadz Andi.
Ustadz Andi menghimbau para Ulama Rabbani, Habaib, cendekiawan, agar menerangkan kepada umat Islam Indonesia bahwa bertuliskan kalimat tauhid itu bukan bendera ISIS, akan tetapi bendera Rasulullah, bendera umat Islam. “Jangan dilecehkan, jangan dihinakan dan jangan dikriminalkan dengan sebutan bendera teroris,” terangnya.
Selanjutnya kata Ustadz Andi, meminta kepada pihak-pihak yang ingin menyudutkan dan memojokkan simbol-simbol dan istilah Islam Islam dan Syariatnya yakni istilah Khilafah, bendera tauhid, baiat, hijrah, jihad, dll dengan menumpang isu ISIS, maka takutlah kalian kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, karena Islam dan Syariat Islam itu milik Allah Rabbal Alamin.
“Pelecehan dan kriminalisasi serta stigmatisasi hina terhadap pilar-pilar dan simbol kehormatan Islam seperti bendera dan panji-panji Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasalamyang bertuliskan kalimat Tauhid, Mushaf Al Qur’an, istilah-istilah Syar’i seperti khilafah, jihad fi sabilillah, hijrah, baiat dsb dengan menumpang pada kasus-kasus kontroversial tertentu adalah merupakan kemunkaran besar yang menyesatkan umat,” tegasnya.

Maka ALMANAR menyeru dan mengajak kaum muslimin untuk lebih cermat waspada dan siaga untuk bangkit membela kehormatan Islam jauh melebihi pembelaannya terhadap apapun. “Buktikan makna Takbir, Tahmid, Tahlil kalian, shalawat cinta Rasul kalian,” pungkas Ustadz Andi.

Selasa, 15 Juli 2014

SOMASI UMAT : Akhiri Persoalan Palestina Dengan Jihad !!



SOMASI UMAT (solidaritas ormas-ormas Islam untuk umat yang tertindas) Sumatera Utara dalam pernyataan persnya atas pembantaian saudara seiman di Gaza, menyatakan satu-satunya jalan untuk mengakhiri masalah Palestina adalah Jihad.


“Solusi satu-satunya mengakhiri permasalahan ini adalah jihad. Kami menentang segala upaya perdamaian dengan Yahudi dan ide batil “satu wilayah – dua Negara”. Barang siapa yang menyutujui ide perdamaian ini maka ia merasa lebih paham tentang karakter Yahudi daripada Rasulullah SAW dan Khalifah Umar bin Khattab,” tegas Sekretaris Umum SOMASI UMAT Muhammad Hafiz Aziz, di Medan Senin 16 Ramadhan 1435 H.


Dia juga menyerukan kepada semua Mujahidin dan kaum Muslimin di seluruh dunia, khususnya yang berada di bumi Palestina dan sekitarnya seperti di yang berada di Irak, Mesir dan Suriah untuk menghentikan dan mengesampingkan segala bentuk ikhtilaf dan tafarruq – ashabiyah dan hizibyah (perselisihan dan perpecahan diantara sesama – egosentris dan fanatik kelompok) dan memfokuskan untuk menghancurkan kekuatan Israel.


“Dewan Pimpinan Wilayah Liga Muslim Indonesia Sumatera Utara (DPW LMI-SU) mengajak seluruh elemen-elemen pergerakan Islam untuk menyatukan langkah mendukung dan memperkuat serta mensosialisasikan jihad fi sabilillah atas Yahudi, Amerika dan setiap sekutu mereka sehingga berakhirlah hegemoni mereka dan mereka pun membayar jizyah,” lanjut Hafiz.


Lebih jauh Hafiz mengajak kepada seluruh umat Islam di kota Medan untuk melakukan aksi solidaritas dan penggalangan dana untuk Palestina pada Hari Rabu, 16 Juli 2014 M, jam 09.00 wib, dengan titik kumpul di Mesjid Raudhatul Islam, Jln.Puteri Hijau Gg.Peringatan NO.1 (Depan Kantor Pertamina Medan) dengan tujuan Konsulat Jendral Amerika.


Ibroh
Peristiwa pembantaian “genocide” ini telah membuktikan pada kita semua bahwa adalah kebodohan belaka jika mengharap pertolongan dari organisasi yang tidak menjadikan jihad sebagai metode perjuangannya. Adalah kebodohan jika kita mengharapkan PBB, OKI , Liga Arab atau pun organisasi lainnya untuk memerdekakan ataupun membebaskan Al Quds.


Tidak akan mungkin organisasi yang menjadi boneka Amerika bin Yahudi itu akan memerangi “induk semangnya“. Tiada jalan lain bagi umat ini kecuali membangun kekuatan untuk memerangi Yahudi hingga sampai terjadi apa yang dikatakan Rasulullah SAW : “Akan sembunyi Yahudi dibalik sebuah batu maka batu itu bicara, hai hamba Allah ini ada Yahudi, maka bunuhlah ia”. Sungguh, tidak ada yang lebih benar perkataannya selain Ash Shiddiqul Amiin Muhammad Shallalahu alaihi wa sallam.


Maka wajib bagi seorang mukmin untuk menolak perjanjian damai dengan Yahudi atau hidup berdampingan dengan kaum yang dikatakan dalam Al Quran “maghdub ‘alaihim – kemurkaan bagi mereka” karena mereka senantiasa melaklukan pengkhianatan, maksiat dan munkarat bahkan melakukan pembunuhan terhadap para Nabi.

Innalillahi Wainnailaihi Rojiun, 10 Masjid di Bom Saat Serangan Udara "Israel" di Gaza




Pesawat-pesawat tempur “Israel” dengan sengaja membom masjid Farouq di kamp Nuseirat di Jalur Gaza sebelum shalat subuh pada Sabtu (12/7/2014), yang menyebabkan kehancuran total dan rumah di dekatnya mengalami rusak parah, sebagaimana dilansir oleh The Palestinian Information Center.

Beberapa hari yang lalu4 orang Palestina meninggal dan 5 lainnya luka-luka dalam serangan udara “Israel” di masjid syuhada Anwar Aziz di Jabaliya

Menurut Kementerian Wakafsetidaknya 10 masjid telah dibom secara langsung selama lima hari terakhir, termasuk dua masjid di Khan Younis dan dua masjid di Gaza utara.

Pada Jum’at (11/7)pesawat-pesawat tempur “Israel” menargetkan area sekitar masjid Dar al-Salam, yang menyebabkan satu orang meninggal dan delapan orang cedera saat mereka dalam perjalanan pulang ke rumah setelah melakukan shalat Tarawih.

Tiga warga Palestina lainnya, termasuk seorang pria tua, meninggal saat menuju ke masjid Rahman untuk melakukan shalat Magrib.

Dalam hal iniWakil Menteri Wakaf Dr Hassan Sifi mengatakan bahwa penargetan masjid oleh pesawat tempur “Israel” mengungkapkan dengan jelas kedengkian dan kebiadaban “Israel”.
Semua orang bisa melihat sekarang hakikat yang jelas dari rasis terorisme “Israel” terhadap warga sipil Gaza seperti yang ditampilkan dalam rombongan jetkapal perangdan artileri yang mengguncang Jalur Gaza, jelasnya.

Kebencian “Israel” memuncak dalam pemboman kuburanmasjid dan tempat ibadahterutama masjid al-Farouq di Nusairat dan masjid Anwar Aziz di provinsi utara“.

Dr Hassan mengatakan bahwa pemboman tempat ibadah adalah pelanggaran yang mencolok terhadap aturan ilahi dan konvensi internasional. Ia meminta pendudukan “Israel” bertanggung jawab penuh atas kejahatan yang berkelanjutan ini, dan menyerukan kepada masyarakat dunia untuk memberikan perlindungan bagi rakyat Palestina dan tempat-tempat ibadah.


Jumat, 20 Juni 2014

Ritual Bid'ah Bukan Bagian Dari Agama



Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarokatuh,
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صلى الله عليه وعلى آله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين

'Innalhamdalillaah, nahmaduhu wanasta’inuhu, wanastaghfiruh. Wana’udzubillaahiminsyururi anfusina waminsyay yiati a’malina, may yahdihillahu fala mudzillalah, wamay yut’lil fala hadziyalah. Asyhadu alailahaillallahu wah dahula syarikalah wa assyhadu anna muhammadan ‘abduhu warosuluh.Salallahu'alaihi wa 'ala alihi wa sahbihi wa man tabi'ahum bi ihsanin illa yaumiddiin'.

Fainna ashdaqal hadits kitabaLLAH wa khairal hadyi hadyu Muhammad Salallahu'alaihiwassalam, wa syarral ‘umuri muhdatsatuha, Wa kullu muhdatsatin bid’ah wa kullu bid’atin dhalalah wa kullu dhalalatin fin nar… Ammaba’du
 
Bismillah - mendapatkan rahmat dari Allah adalah keinginan setiap hamba yang bertaqwa,karena ia beriman bahwasanya sebuah rahmat dari Allah adalah jalan yang menuntun mereka ke Surga,masih berimankah kita terhadap adanya Surga?

Islam yang telah diturunkan oleh Allah adalah agama yang sempurna,dan untuk melihat serta merasakan hal itu,sebagai hamba yang berusaha istiqamah,kita harus senantiasa takut dan tidak berputus asa dalam bertaqwa.Tidak terkecuali harus kritis terhadap berbagai ritual bid'ah dalam agama yang justru merusak dan menghina Islam.

Seandainya pun ritual bid'ah tidak diharamkan,apakah ia diperintahkan? Buat apa melakukan ritual bid'ah yang bahkan tidak pernah Rasululloh contohkan? Adakah manusia yang paling taqwa selain Beliau? Dan bukankah justru ada ancaman bagi pelaku 'bidah'?

Karena seperti yang kita tahu saudaraku,berbagai ritual bid'ah dalam Islam hanya akan menyibukkan kita dari mengingat Allah bahkan hanya akan mengotori hati kita.
Jika sebuah ritual bid'ah adalah bagian dari agama,tentu ritual tersebut telah dicontohkan oleh Rasululloh sejak dahulu kala,karena bukankah kita juga tahu saudaraku,Beliaulah yang mengerti benar akan Islam dan tidak ada istilah modernisasi dalam Islam bukan?

Islam yang benar adalah seperti apa Islam pada zaman Rasululloh,tidak ada istilah 'Islam yang harus mengikuti perkembangan zaman','Islam modern','Islam pembela emansipasi wanita','Islam ini Islam itu' dan lain sebagainya.Tidak ada.
Dan salah satu faktor utama dari semakin banyaknya perbedaan pemahaman mengenai Islam , adalah karena ikhtilaf pendapat tentang nilai sebuah ritual saat kita harus melihat dari kacamata bid'ah.

Ini penting,dan harus dipahami bahwa memang setiap ritual bid'ah yang menyangkut dengan ajaran Islam bukanlah bagian dari agama Islam,dan jika kita sudah memahami hal tersebut,buat apa kita mengerjakan sebuah ritual bid'ah?
Hal ini akan menjadi renungan bagi seorang hamba yang senantiasa rindu akan hidayah Rabb-nya,dan kita,itupun jika kita berharap agar senantiasa termasuk orang-orang yang berakal dan bukan orang-orang yang melampaui batas.

Berbagai praktek ritual bid'ah bahkan bid'ah-bid'ah dalam hukum Islam,hanya akan menjadikan Islam ini sebagai bahan olok-olokan.

Kita tahu bahkan kita melihat tidak sedikit dari mereka yang mengatasnamakan Islam demi untuk sebuah kepentingan pribadi,Islam untuk memperebutkan kekuasaan,Islam untuk sebuah kemerdekaan dan lain sebagainya.

Diluar sana ada yang mengatasnamakan sebagai 'partai salafy',dan Allah hanya akan mengadzab mereka,Islam mereka permainkan tapi mereka lupa bahwa sesungguhnya Allah adalah sebaik-baik pembuat rencana.
Mereka juga yang tidak mengingkari menjadikan Islam ini untuk sebuah popularitas dan tontonan,doktrin kesyirikan dengan berjubah agama,bukankah ini sesuatu hal yang berpotensi untuk menghinakan Islam?

Islam adalah agama untuk semua umat manusia,yang mana Islam adalah agama yang mengajarkan Tauhid,zuhud,kasih sayang terhadap sesama,agama yang mudah,agama yang tidak membedakan mereka yang kaya,miskin,pintar,bodoh dan lain sebagainya.

Dunia hanyalah sarana mengumpulkan bekal untuk kehidupan akhirat,dan dari nikmat yang telah Allah limpahkan kepada kita,pantaskah kita menjadikan hidup kita sia-sia?
Mereka yang mengolok-olok Islam dengan berbagai cara bahkan berjubah agama sekalipun,dalam hidupnya tidak akan menemukan ketenangan,sibuk dalam merekayasa taqwa,mereka juga hanya akan menjauhkan diri dari Rabb-nya dan hati mereka justru akan menjadi semakin keras.

Na'udzubillah.


Wallahu a’lam
(artinya: “Dan Allah lebih tahu atau Yang Maha tahu atau Maha Mengetahui)
“Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu alla ilaha illa Anta astaghfiruka wa atubu ilaik (Maha Suci Engkau ya Allah dan segala puji untuk-Mu. Saya bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah selain Engkau, saya meminta ampunan dan bertaubat kepada-Mu).”
"Wassalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarokatuh,.